Resmikan Pabrik Obat Injeksi, Menkes: Farmasi Harus Mandiri

Opening ceremony PT Ethica Industri Farmasi (GATRA/ASH)

Jakarta, Gatracom – Menteri Kesehatan Nila Moeloek bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik obat injeksi PT Ethica Industri Farmasi di Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Jawa Barat.


Menkes Nila mengatakan, dengan peresmian ini kita sudah memiliki 230 industri farmasi. Kehadiran mereka memiliki peran yang sangat besar dalam pelayanan kesehatan di Tanah Air.
 
“Apalagi pada 2014 ada program JKN. Sehingga pembuatan obat generik akan meningkat. Farmasi harus mandiri di negeri sendiri,” ucap Nila Moeloek, di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (23/11).

Sementara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto memberikan apresiasi kepada PT Ethica Industri Farmasi yang membangun pabrik barunya untuk memproduksi obat injeksi steril. Di samping itu, diharapkan dapat ikut serta dalam program vokasi industri dengan membina beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di sekitar wilayahnya.


Industri farmasi dan bahan farmasi menjadi industri prioritas yang berperan dalam menggerakan perekonomian di masa yang akan datang. Diharapkan pula ketergantungan terhadap bahan baku impor obat atau farmasi akan berkurang,” kata Airlangga.


Pabrik PT Ethica merupakan perusahaan hasil kerja sama antara perusahaan farmasi asal Jerman Frensius Kabi AG dan PT SOHO Global Health Indonesia yang  dibangun di atas lahan seluas 4,3 hektare dengan investasi sebesar Rp1 trilyun.


President Direktur PT Ethica Industri Farmasi, Indrawati Taurus menambahkan pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap program JKN. Begitu juga dengan sumber daya manusia yang bekerja berasal dari warga sekitar sehingga dapat memberdayakan masyarakat sekitar.

Produksi obat injeksi ini rencananya akan diekspor ke Australia, Vietnam dan Hongkong. Menurut Fresenius Kabi Board Member and President Region Asia, Gerrit Steen, Indonesia memiliki kesempatan pasar pada tingkat sentral produksi di wilayah Asia, khususnya pada industri pelayanan kesehatan.


Reporter: ASH
Editor: Arief Prasetyo

Share this article