Kanker Paru-paru Jadi Pembunuh Wanita Terbesar di Australia Akibat Merokok

Hasil rontgen paru-paru (Dok. Gatra/yus4)

Jakarta, Gatracom – National Cancer Control Indicators (NCCI) Australia untuk pertama kalinya mempresentasikan data soal kanker di situs interaktif dalam sepekan terakhir.


Sebagaimana di lansir laman Brisbane Time, Jumat (24/11). Dalam data itu, jumlah wanita yang menjalani operasi kanker paru-paru di Australia meningkat lebih cepat daripada laki-laki. Salah satu penyebabnya adalah merokok.

Peningkatan ini berdasarkan data rawat inap, yang sebelumnya tidak dipublikasikan, menunjukkan 46,5% pada wanita yang menjalani operasi kanker paru-paru antara tahun 2010 dan 2015, berbeda dengan kenaikan 30,5% untuk pria.

Selain itu, jumlah wanita yang kondisinya kritis setiap tahun karena kanker paru-paru telah melonjak 36,3% menjadi 3.716 kematian pada tahun 2016 selama dekade terakhir, sementara kenaikannya kurang dramatis untuk pria sebesar 9,3%.

Pakar kesehatan mengatakan, tren ini menjadi peringatan bagi wanita muda yang, secara mengkhawatirkan, suka merokok lebih banyak dan perokok awal di usia yang lebih muda, dibandingkan pria muda.

"Kami melihat periode ini lebih besar di mana dulu banyak pria merokok dan mulai turun dan kemudian kami melihat kanker paru-paru benar-benar meningkat 15 sampai 20 tahun kemudian," kata Sarah White dari Cancer Council Victoria.

Lanjut Dr White, kita melihat wanita sekarang suka merokok dan sekarang kita melihat gelombang kanker paru-paru itu menyerang.

Sementara umumnya pria lebih banyak merokok daripada wanita, namun dengan adanya iklan rokok dengan target wanita, yang sebelumnya ada larangan iklan pada tahun 1990. Industri rokok menggunakan foto model glamor secara agresif memasarkan rokok "rendah" dan "terang tar" kepada wanita.

Sebetulnya tingkat perokok menurun drastis selama bertahun-tahun, namun wanita muda menentang tren itu. Tingkat perokok wanita pada usia 18 sampai 24 tahun meningkat dari 14,8 menjadi 15,1% antara tahun 2012 dan 2015. Sementara itu perokok pria merosot dari 18,3% menjadi 12,8%.

Dr. White, direktur Cancer Council's Quit Victoria mengatakan, meningkatnya operasi kanker paru-paru dan kematian baru-baru ini merupakan peringatan bagi wanita muda. Mereka salah menduga bahwa tidak akan sampai pada kematian, seperti yang terjadi pada tahun 80-an dan 90-an.

Wanita sekarang rata-rata perokok awal pada usia 16 tahun, sedikit lebih muda dari laki-laki, kemungkinan besar dipengaruhi oleh model iklan rokok di media sosial.

Kanker paru-paru sekarang menjadi pembunuh terbesar wanita Australia, menyebabkan 670 kematian lebih banyak dibandingkan kanker payudara tahun lalu.

Dr White menunjuk pada penelitian baru bahwa perokok wanita memiliki kemungkinan 35% lebih mungkin terkena kanker payudara, dan risikonya lebih tinggi bagi wanita yang mulai merokok sebagai remaja.

Risiko ini tetap setidaknya 20 tahun setelah berhenti merokok, Institute for Cancer Research di Inggris menulis dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Breast Cancer Research.

Profesor Matthew Peters, seorang dokter pernafasan terkemuka di Sydney, mengatakan selama 25 tahun terakhir, risiko kanker paru-paru telah turun pada pria muda, cukup stabil pada wanita muda, stabil pada pria yang lebih tua, dan naik pada wanita yang lebih tua.

"Mulai merokok di usia muda salah satu kontributor penting kanker paru-paru. Kanker paru-paru berkembang sebagai fungsi kehidupan, namun ada hal lain seperti lingkungan, genetika Anda, merokok, polusi semua berkontribusi untuk meningkatkan kesempatan seseorang untuk menumbuhkan kanker paru-paru," katanya.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article