PM Denmark dan Menkes Teken MoU Soal Diabetes

 

Peluncuran program Indonesia Mampu. (GATRA/ASH/AK9)

Jakarta, Gatra.com- Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meneken nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Denmark yang diwakili oleh Perdana Menteri Lars Rasmussen. Penandatangan tersebut berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, di sela-sela Simposium menyambut Hari Diabetes Sedunia (29/11/2017). Di acara tersebut Nila juga meluncurkan program baru Kementerian Kesehatan: Program Indonesia Mampu; Aksi Bersama untuk Indonesia Sejahtera. Salah satu targetnya untuk mengurangi dan mencegah resiko tinggi diabetes dan hipertensi.

Dalam kesempatan itu, Rasmussen mengatakan bahwa diabetes telah menjadi permasalahan internasional. Salah satu yang menjadi permasalahan pada kebiasaan sehari-hari. Untuk itu, perlu menjaga makanan yang sehat dan meningkatkan kualitas pendidikan pada anak. Di Denmark sendiri terdapat peraturan tersendiri. Sehingga lifestyle bisa menjadi solusi medis. Seperti melakukan latihan fisik dengan bersepeda.

Ia menilai Indonesia termasuk sangat cepat menanggapi hal itu. Dalam menghadapi ini, Indonesia berkolaborasi dengan Denmark khususnya mengenai profesional kesehatan. "Indonesia memiliki pengalaman dalam pencegahan penyakit, terlihat dalam sistem kesehatannya," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan RI juga memuji layanan kesehatan di Denmark. Menurutnya, Denmark bagus sekali mengenai kesehatan seperti dengan e -health. Dokter sudah pakai elektronik." Kita akan coba itu. Untuk saat ini akan kerjasama pembuatan insulin dulu," kata Nila Moeloek.

Sehari sebelumnya, Nila bertemu dengan Menteri Urusan Usia Lanjut Denmark, Tyra Frank. Mereka juga menandatangani MOU mencakup promosi kesehatan, kesehatan masyarakat, peningkatan kapasitas, alih pengetahuan, pertukaran informasi dalam kerangka pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), pengembangan e-health, termasuk alih pengetahuan, serta penelitan dan pengembangan kesehatan.

 

Reporter: Annisa Setya Hutami (ASH)

Editor: Aries Kelana

 

Share this article