Vaksin Td, Cegah Difteri Bagi Dewasa

Tim dokter Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah memberikan imunisasi difteri kepada seoranga mahasiswi di Rumah Sakit UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. (Antara/Muhammad Iqbal/AK9)

Jakarta, Gatra.com- Wabah difteri tidak hanya menyerang anak-anak. Terbukti dari data Kementrian Kesehatan per tanggal 20 Desember 2017 untuk wilayah Jakarta penderita difteri kategori dewasa berjumlah 12 orang. Hingga kini sudah ada 29 provinsi di Indonesia yang terdampak wabah difteri di mana penderita paling banyak terdapat di Jawa Timur.

Iris Rengganis, dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan vaksinasi untuk dewasa sangat penting. Tujuannya untuk mencegah suatu penyakit dengan meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap bahan asing yang disebut juga dengan anti gen.

"Vaksin dengan sengaja disuntikkan ke dalam tubuh. Kemudian setelah dua minggu akan terbentuk kebalan yang kita sebut dengan antibodi. Secara umum terbentuknya dua minggu tapi ada yang lebih cepat 10 hari atau lebih lambat jadi 3 minggu," katanya dalam seminar dengan tajuk "mengenal lebih dekat penyakit difteri" di Auditorium FKUI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (29/12).

Guna mencegah difteri bagi dewasa menurut Iris diperlukan pemberian Vaksin Tetanus Difteri atau vaksin Td. Jika seseorang itu belum pernah divaksin sebelumnya maka pemberiannya dilakukan tiga kali yakni saat pertama, sebulan setelahnya dan enam bulan setelahnya.

Selanjutnya harus rutin dilakukan setiap 10 tahun setelah itu untuk perlindungan. Bagi mereka yang sudah pernah divaksin lengkap sebelumnya kata cukup dilakukan pengulangan setelah 10 tahun untuk pemberian vaksin Td.

Vaksin Td ini bisa dilakukan di laboratorium imunologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan harga Rp159 ribu.

Selain divaksin,  cara menjaga agar tidak terjangkit wabah difteri adalah menjaga agar tetap menjalani gaya hidup sehat dan tinggal di lingkungan yang sehat.

Adapun gejala dan tanda seseorang terserang penyakit difteri itu antara lain : suara serak, nyeri tenggorokan, nyeri menelan, demam tidak tinggi, ada bercak di faring seperti selaput putih keabu-abuan, mudah berdarah bila diangkat.

Selanjutnya terjadi pembengkakan pada leher. Hal ini juga disebabkan karena pemberian imunisasi tidak lengkap dan melakukan kontak dengan penderita difteri. 


Reporter : DPU

Editor : MUkhlison

Share this article