Kader Kesehatan: Masih Banyak yang Tak Peduli Bahaya Difteri

Ilustrasi - Seorang anak ditemani orang tuanya siap untuk disuntik vaksin difteri, di Puskesmas Kayuringin Jaya, Bekasi, Jawa Barat. (Antara/Risky Andrianto/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Seminar "Mengenal Lebih Dekat Penyakit Difteri" yang diadakan oleh FKUI pada Jumat (29/12) memberikan ruang tanya jawab bagi peserta. Peserta umumnya merupakan kader kesehatan di daerah Jabodetabek. Salah satu peserta mengeluhkan saat sosialisasi di daerahnya, masyarakat masih belum memahami pentingnya mencegah penyakit menular ini. Bahkan cenderung mengabaikan dan tidak percaya akan adanya wabah yang gejalanya nampak sepele. Oleh karena itu meminta bantuan FK UI untuk melakukan sosialisasi. 

Menanggapi hal tersebut, dekan FK UI, Ari Fahrial Syam akan menggerakan mahasiswanya untuk melakukan penyuluhan terkait difteri. Hal ini nanti dibicarakan dengan BEM fakultas agar segera diimplementasikan. Sebelumnya, FK UI juga pernah melaksanakan sosialisasi namun dalam kasus penyakit yang berbeda.

"Akan menerjunkan mahasiswa dan Peserta Program Dokter Spesialis (PPDS) dari departemen penyakit dalam bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Karena kami yakin tenaga dokter di puskesmas sangat terbatas dan harus mendapatkan dukungan,” katanya.

Nantinya mahasiswa akan langsung menemui masyarakat dan mengadakan penyuluhan. Mengingat gerakan anti vaksin juga menghambat pelaksanaan imunisasi di beberapa daerah. Oleh karena itu dengan adanya pengetahuan mengenai difteri akan mengurangi gerakan anti vaksin dan mencegah persebaran penyakit.

"Dari diskusi tadi terlihat ada pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya masyarakat sudah mengetahui seperti gejala dan dampak. Kita harus gerak cepat. Harus dilakukan vaksinasi agar terbebas dari penyakit ini. Selain itu juga melihat dan memantau perkembangan dari penyebaran penyakit,” ucap Ari.


Reporter: ASH

Editor: Nur Hidayat

Share this article