Lensa Kontak Picu Risiko Hipoksia, Ini Yang Harus Diperhatikan

Jakarta, Gatra.com - Pemakaian soft lens kini tidak hanya untuk mengatasi gangguan penglihatan saja, tetapi juga untuk kebutuhan estetik, termasuk untuk mengikuti tren penampilan terbaru. Namun, maraknya pemakaian lensa kontak ini tidak diimbangi dengan pengetahuan akan dampaknya bagi mata.

 

Hal inilah yang mendorong Dr. Tri Rahayu, SpM(K) untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait efek samping dari penggunaan lensa kontak, yang menyebabkan kurangnya oksigen pada kornea atau umum disebut hipoksia.

Dalam penelitiannya, Tri menggunakan penanda biomolekular, yaitu Lactate Dehydrogenase (LDH) dan Malate Dehydrogenase (MDH) untuk deteksi dini kekurangan oksigen pada mata.

Aktivitas enzim LDH dan MDH serta rasio LDH/MDH air mata, berkorelasi tinggi dengan perubahan klinis kornea pada pemakaian lensa kontak. "Sehingga perubahan enzim ini dapat dijadikan sebagai penanda biomolekular keadaan kurangnya oksigen di kornea pada pemakai soft lensa,” papar Tri dalam acara pengukuhan gelar doktor dalam ilmu biomedik , di Gedung IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (10/1).

Penelitian yang dilakukan Tri terbilang unik, sebab tidak dilakukan secara paralel. Tri menerapkan penelitian ini pada orang yang baru memakai lensa kontak dan pada pemakai soft lens yang sudah lama.

Hasilnya,  ia menemukan kondisi pemakaian lensa kontak dalam jangka panjang tetap, memicu gangguan di kornea, meskipun sempat dihentikan pemakaiannya selama 1 bulan.  "Hal ini membuat saya tertarik untuk mengedukasi masyarakat,” tambah Tri.

Tri pun menyarankan bagi pemakai lensa kontak untuk membeli lensa kontak dengan resep dokter.

Selain itu, pemakai lensa kontak juga harus memerhatikan kecukupan daya hantar oksigen, menjaga kebersihan dan ‘disiplin’ dalam membuang lensa kontak sesuai dengan tanggal pemakaiannya.

Jika tidak ada keluhan, Tri menyarankan para pemakai untuk tetap berkonsultasi pada dokter mata setiap enam bulan sekali.

“Sementara, kalau ada keluhan sedikit saja, seperti gatal, mata merah segerakan periksa ke dokter mata sebelum bertambah parah.” pungkasnya.


Reporter: APP

Editor : Mukhlison

Share this article