Home Film Resensi Film Roma: Proyek Semi-Autobiografi Alfonso Cuaron

Resensi Film Roma: Proyek Semi-Autobiografi Alfonso Cuaron

 

Jakarta, Gatra.com – Sutradara Alfonso Cuaron kembali hadir dengan film terbaru dia, Roma. Film yang disebut banyak kritikus sebagai salah satu film terbaik 2018. Cuaron menulis, menyutradarai, mengedit, dan memproduseri Roma. Film yang mengalahkan Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak lolos masuk daftar nominasi Best Foreign Language Film di Oscar ke-91 sebagai wakil Negara Meksiko. Selain itu, Roma juga sudah masuk nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Skenario Terbaik di ajang Golden Globes ke-76.

Adalah Cleo (Yalitza Aparicio), seorang asisten rumah tangga (ART) di satu keluarga kelas menengah yang tinggal di Distrik Roma, di ibukota Meksiko. Pasangan Dokter Antonio (Fernando Grediaga) dan Nyonya Sofia (Marina de Tavira) punya empat anak dan hidup bersama sang nenek, Teresa (Veronica Garcia).

Hidup di tahun 1970-an, kisah Cleo berjalan sederhana. Bersama ART lainnya, Adela (Nancy Garcia), keduanya apik merawat kediaman juga menjaga keempat bocah tersebut. Tono, Poco, Sofi, dan Pepe pun sangat menyayangi dan menghormati Cleo.

Kehadiran sosok Fermin (Jorge Antonio Guerrero) belakangan mengusik ketenangan Cleo. Pria pencinta bela diri Jepang yang juga kekasih Cleo. Sayangnya hubungan mereka kandas karena Cleo kemudian hamil dan Fermin menolak bertanggung jawab.

Baca Juga: Derap Marlina Terhenti, Indonesia Gagal Lagi Masuk Nominasi Oscar

Meski Sofia tengah berduka karena ditinggal pergi suami yang lebih memilih perempuan simpanannya, dia tetap menjaga Cleo. Proses kehamilan Cleo berjalan dengan baik, terlebih lagi karena Sofia punya koneksi terhadap sejumlah kolega dokter di rumah sakit terdekat. Sayang, di ujung kehamilan, persalinan dia terbelit masalah akibat Cleo shock berhadapan dengan Fermin yang kini telah menjadi anggota kelompok bersenjata.

Film ini disebut Cuaron sebagai proyek semi-autobiografi. Pasalnya, kondisi finansial keluarga yang ia gambarkan tak berbeda jauh dengan keluarga dia sendiri ketika tumbuh besar di kawasan menengah di Kota Meksiko.

Latar tahunnya pun berdasarkan kisah Cuaron saat masih berusia sekitar 10 tahun. Termasuk soal kerusuhan dalam demonstrasi mahasiswa yang menjadi momen pertemuan tak sengaja Cleo dan Fermin. Konflik dalam negeri antara Partai Revolusioner Institusional Meksiko yang dikuasai pemerintah, yang didukung oleh AS, dengan mahasiswa sayap kiri dan kelompok gerilya pada tahun 1960-an dan 1970-an dan disebut juga dengan Perang Kotor (Guerra Sucia). Pada 10 Juni 1971 terjadi pembantaian demonstran mahasiswa di Mexico City.

Baca Juga: Film Original Netflix, Bird Box Tayang Mulai Hari Ini

Film Roma disajikan dalam visual hitam-putih. Pilihan tepat karena tak hanya efektif memberikan efek masa lalu, tapi juga menjadi semacam simbol kehidupan Cleo yang tak neko-neko. Karakternya yang tak banyak bicara tapi mampu menyalurkan emosi mendalam lewat ekspresi dia. Padahal, seperti dijelaskan Cuaron, Aparicio sama sekali tak punya latar pendidikan akting.

Salah satu visual terbaik di Roma adalah ketika Cuaron memutuskan melakukan camera tracking selama 1.26 menit ketika Cleo mematikan lampu seluruh rumah di malam hari. Walau durasi ini tak ada apa-apanya dibanding long take yang mencapai 12.28 menit di scene pembuka Gravity (2013). Scene pembuka Roma sendiri, long take yang ada 'hanya' sekitar 4,5 menit.

Cuaron sendiri sangat mahir menciptakan nuansa depresif hanya lewat audio saja. Keheningan menyesakkan ketika Sandra Bullock terapung di luasnya luar angkasa di Gravity atau teriakan traumatis Daniel Radcliffe dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) adalah sedikit contoh dari karya Cuaron. Maka menonton Roma menggunakan headphone sangat disarankan.

Cara ini sangat memungkinkan dilakukan mengingat Roma kini hanya bisa ditonton di Netflix. Sejak April 2018 lalu, Netflix sudah mengumumkan hak distribusi mereka atas Roma. Film yang diputar perdana pada 30 Agustus 2018 di Venice Film Festival ke-75 ini memang sempat tayang di sejumlah bioskop alternatif di Meksiko. Tapi sejak 14 Desember 2018 lalu, Roma secara eksklusif hanya ada di Netflix.



Flora L.Y. Barus

 

 

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR