Home Agama NU dan Muhamadiyah Diusulkan Jadi Kandidat Peraih Nobel Perdamaian

NU dan Muhamadiyah Diusulkan Jadi Kandidat Peraih Nobel Perdamaian

 

Sleman, Gatra.com- Dua organisasi masyarakat islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah diajukan sebagai kandidat peraih Nobel Perdamaian oleh Guru Besar Antropologi Universitas Boston Amerika Serikat, Robert Hefner.

Kedua ormas islam tersebut dinilai telah berkontribusi menciptakan perdamaian dunia. Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM), Muhammad Najib Azca.

“Sangat layak sekali diberikan, dalam konteks ini mereka adalah sebagai respresentasi civil society islam di Indonesia,’’ kata Najib saat ditemui di kampus UGM, Rabu (23/1).

Ia menceritakan proses pengusulan nama itu sudah muncul sejak tiga tahun terakhir ini. Hal itu didasari karena kondisi islam di dunia saat ini dikenal sebagai islam tidak ramah, identik dengan kekerasan, serta saktarianisme dan terorisme.

"Muncul diskusrus untuk menominasikan NU dan Muhamadiyah memperoleh Nobel Perdamaian. Inisiatif ini muncul didasari kondisi wajah islam global itu negatif,’’ kata Najib.

Menurutnya disaat dunia melihat islam begitu jahat, justru NU dan Muhamadiyah mencerminkan wajah islam yang berbeda bagi masyarakat dunia. Keduanya menunjukkan Islam yang lebih damai demokratis.

“Islam Indonesia menarik karena bisa damai demokratik dan berkeadaban. Mereka berkontribusi besar untuk kepentingan demokrasi di Indonesia dan dunia,’’ ungkap Najib.

Sisi lainya kedua lembaga tersebut juga mampu mencerminkan islam ramah dengan merawat kemajemukan islam di tanah air. Tidak membedakan tradisi islam antara daerah satu dengan tempat lainya.

Najib menilai hal itu adalah sebuah inspirasi besar untuk islam di dunia. “Ada mutiara inspirasi yang terang dari kedua lembaga itu, kita kaya sekali akan tradisi keagamaan, islam Jawa, islam Kalimantan, Islam Papua," ungkapnya.

Namun demikian mampu menjaga kemajemukan tersebut dalam kedamaian. "Ini dahsyat sekali, negara besar yang punya kekayaan agama luar biasa, mukjizat sebuah negara besar yang mampu bertahan dan mampu damai,’’ ujar Najib.

Sebagai informasi, Besok Jum’at (25/1) PSKP UGM DI Yogyakarta kembali mengadakan seminar dan diskusi publik untuk menguatkan NU dan Muhamadiyah sebagai kandidat peraih Nobel Perdamaian.

Pada seminar itu PSKP akan menghadirkan mantan Presiden Timur Leste dan sekaligus penerima Nobel Perdamaian 1998, Ramos Horta yang akan berbicara ‘Islam Indonesia di Pentas Global : Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia,".


Reporter: Abdus Somad
Editor: Birny Birdieni

134

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR