Home Teknologi Pesawat Terlebar Didunia Akhirnya Terbang

Pesawat Terlebar Didunia Akhirnya Terbang

1796

Mojave, Gatra.com - Kompetisi menempatkan satelit di orbitnya semakin sengit. Jika Elon Musk mengandalkan roket daur ulang Falcon 9, maka Paul G. Allen memilih metode berbeda. Co-founder Microsoft itu memilih menggunakan pesawat.

Idenya sederhana. Mengirim satelit ke orbit pakai pesawat. Jadi daripada meluncurkan dari permukaan bumi,  roket diterbangkan dengan pesawat  sampai ketinggian 35000 feet-sedikit diatas rata-rata ketinggian jelajah pesawat jet komersial- . Dari level itu,  roket pembawa satelit diluncurkan untuk bergerak dengan tenaganya sendiri menuju orbit yang telah ditentukan.  Harapannya, mengirim satelit akan menjadi lebih sederhana, lebih mudah, lebih ekonomis dan bisa dilakukan secara rutin. 

Untuk mewujudkan ide itu, didirikan perusahaan bernama Stratolaunch System Corporation tahun 2011. Perusahaan ini menggandeng Scaled Composites, salah satu divisi Northhrop Grumman untuk membangun pesawat yang bisa terbang tinggi dengan beban berat.

Lewat proses pengembangan bertahun-tahun, lahir Stratolaunch. Pesawat ini besar. Bahkan jika dilihat bentang sayapnya, Stratolaunch adalah pesawat terbesar didunia. Bentang sayapnya 385 feet (117,3 meter). Bandingkan dengan panjang lapangan sepakbola, 110 meter.

Pesawat dengan fuselage ganda, dan kokpit ganda pula memiliki 28 roda untuk mendarat. Kedua fuselage disatukan oleh sayap super lebar itu. Pesawat ini menggunakan enam mesin Pratt & Whitney PW4056 turbofan. Mesin ini sama seperti yang dipakai Airbus A300, Boeing 747-400 dan Boeing 767. Pesawat

"Ukurannya sangat besar, sepertinya tidak akan bisa terbang," kata fotograferNASASpaceFlight.com Jack Beyer kepada CNN.

Perkiraan Jack Beyer meleset. Sabtu pagi (13/4) Stratolaunch sukses terbang perdana. Pesawat terbang selama 2,5 jam diatas gurun Mojave, Amerika Serikat. Lepas landas dari Mojave Air Space Port (MASP) dan mencapai kecepatan maksimum 189 mph (304 km/jam) pada ketinggian 17.000 feet. Pesawat kemudian mendarat kembali di MASP.

"Kami akhirnya bisa menerbangkannya," kata CEO Stratolaunch Systems Jean Floyd pada konferensi pers dari hanggar di Mojave Air & Space Port seperti dilaporkan CNN. "Itu adalah momen yang emosional untuk menyaksikan 'burung' ini terbang," tambahnya.

"Penerbangan hari ini mendukung misi kami untuk memberikan alternatif yang fleksibel untuk sistem peluncuran di darat. Kami sangat bangga dengan tim Stratolaunch, kru penerbangan hari ini, mitra kami di Northrup Grumman's Scaled Composites dan Mojave Air and Space Port," kataJean Floyd lagi.

Saat ini Perusahaan sedang mengembangkan empat sistem roker yang nantinya diluncurkan dari bagian tengah sayap pesawat. Peluncuran roket perdana direncanakan 2020. Untuk tahap awal roket yang diluncurkan beratnya 370 kg.


 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS