Home Ekonomi Kota Dumai Gandeng Kementerian PUPR Bangun Suplai Air Minum Bagi 100 Ribu Penduduk

Kota Dumai Gandeng Kementerian PUPR Bangun Suplai Air Minum Bagi 100 Ribu Penduduk

368

Jakarta, Gatra.com - Kebutuhan air minum bagi sekitar 101.500 jiwa di Kota Dumai, Provinsi Riau, mendesak untuk segera direalisasikan. Hal ini mendorong pemerintah setempat bernisiatif membangun Sistem Penyediaan Airm Minum (SPAM).  

Awalnya dengan meminta pendampingan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait fasilitasi kerjasama investasi pembangunan infrastruktur SPAM sehingga pada Senin (15/4) PDAM Tirta Dumai Bersemai dan PT. Dumai Tirta Persada dapat melakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) pembangunan SPAM Kota Dumai.

Penandatangan PKS disaksikan oleh Walikota Kota Dumai, Zulkifli AS dan Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga. 

Diharapkan pembangunan SPAM dengan kapasitas 450 liter/detik ini akan memenuhi sekitar 20.300 sambungan rumah di empat kecamatan di Kota Dumai. Biaya investasi yang akan dikeluarkan badan usaha untuk pembangunan SPAM Kota Dumai adalah Rp 489 milyar tanpa membutuhkan dukungan dari Pemerintah.

Menurut Danis Sumadilaga, seperti dikutip dari rilis yang diteria Gatra.com, Senin (15/4) keberhasilan PDAM kota Dumai dalam membangun SPAM Kota Dumai dapat dijadikan contoh bagi Pemerintah Daerah dan PDAM lain yang masih memiliki kinerja 'Sakit' namun memiliki kemampuan untuk melihat potensi ekonomi wilayahnya. 

"Sehingga dapat menarik badan usaha swasta berinvestasi melakukan kerjasama pembangunan infrastruktur SPAM untuk memperluas cakupan pelayanannya tanpa menggunakan dana APBN," katanya saat acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama KPBU SPAM Kota Dumai di Hotel Grand Dika, Jakarta.

Investasi PT. Dumai Tirta Persada akan digunakan untuk membiayai pembangunan unit air baku kapasitas 500 liter/detik; pembangunan unit produksi kapasitas 450 liter/detik dan pembangunan sebagian jaringan distribusi  yang akan diserahkan untuk dikelola oleh PDAM setelah selesai dibangun.  

Meski tidak memberikan dukungan fisik, Kementerian PUPR melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) sejak awal telah memberikan fasilitasi awal penyiapan rencana kerjasama, proses pengadaan Badan Usaha sampai dengan penyiapan perjanjian kerjasama telah melakukan pendampingan kepada PDAM Tirta Dumai Bersemai selaku PJPK agar proses kerjasama dapat terselenggara sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya juga sedang melaksanakan pembangunan SPAM Regional Durolis yang akan memberikan air curah untuk dimanfaatkan oleh Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis. Kementerian PUPR berharap Pemerintah Kota Dumai dapat melakukan sinergi dalam rencana penyerapan air curah dari SPAM Regional Durolis dan KPBU SPAM Kota Dumai yang akan dibangun. 

Sementara itu, Walikota Kota Dumai, Zulkifli AS menargetkan pembangunan kontruksi SPAM Kota Dumai dapat segera diselesaikan sehingga dapat memenuhi pelayanan air minum sebesar 35 % dari perkiraan jumlah penduduk Kota Dumai pada tahun 2023. 

Zulkifli juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah banyak mendukung Pemerintah Kota Dumai memperluas cakupan layanan air minum kepada masyarakat baik melalui program fasilitasi pendampingan KPBU, pembangunan SPAM Regional Durolis dan NUWAS yang merupakan program hibah pembangunan infrastruktur dari bank dunia.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mensinergikan dan mengintegrasikan semua program yang telah diberikan untuk kemajuan ekonomi Kota Dumai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Zulkifli.

Turut hadir mendampingi Dirjen Cipta Karya yaitu Dirjen  Pembiayaan Infrastruktur, Eko Djoeli Poerwanto; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi, Mohammad Zainal Fatah; Ketua BPPSPAM, Bambang Sudiatmo; dan Kepala Sekretariat BPPSPAM, Muhammad Sundoro. 

Hadir juga Direktur PDAM Kota Dumai, Anggota DPRD Kota Dumai dan perwakilan dari Konsorsium PT. Adhi Karya  dan PT Adaro Tirta Mandiri.

Mukhlison

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS