Home Ekonomi Tiket Pesawat Mahal, Kapal Laut Bisa Jadi Alternatif Mudik

Tiket Pesawat Mahal, Kapal Laut Bisa Jadi Alternatif Mudik

649

Solo, Gatra.com – Komisi V DPR RI meminta agar tarif angkutan laut untuk penyeberangan antar-pulau tidak melonjak di musim mudik Lebaran 2019. Hal ini agar masyarakat ekonomi rendah mampu menjangkaunya.

 

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat menghadiri Rapat Koordinasi Angkutan Mudik Lebaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Hotel Sahid Jaya, Solo Senin (15/4).

 

Bambang mengatakan mahalnya tiket pesawat dan moda transportasi lain akan menjadi kendala masyarakat untuk mudik. Untuk itu, jika tarifnya tak mahal, kapal laut bisa menjadi alternatif saat tarif pesawat melonjak.

 

”Misalnya saja pembantu. Saat ini sudah tidak ada yang naik kapal karena semua sudah dibayari majikannya dengan pesawat. Justru yang naik kapal adalah orang yang strata ekonominya di bawah pembantu rumah tangga. Tapi bukan berarti pelayanannya jadi buruk. Berilah pelayanan yang terbaik termasuk dari sisi keamanan dan tarif,” tuturnya.

 

Untuk itu, Bambang mengapresiasi perusahaan angkutan laut yang tidak menaikkan tarif di masa mudik Lebaran ini. ”Kan tidak semua orang bisa naik pesawat, apalagi di saat momen mudik Lebaran yang harganya sampai dua atau tiga kali lipat dari hari biasa,” katanya.

 

Adapun President Director PT Dharma Lautan Utama, Erwin H Poedjono, mengupayakan strategi khusus agar penumpang mudik tidak menumpuk di satu waktu. Strategi tesebut berupa pemberian diskon dan kenaikan harga pada waktu-waktu tertentu.

 

”Untuk H-30 hingga H-20 akan kami berlakukan diskon 20 persen dari harga normal angkutan penyeberangan. Pada H-20 hingga H-10 kami berlakukan tarif normal, sedangkan H-10 sampai hari H lebaran kami berikan kenaikan harga 5 persen,” ucapnya.

 

Penerapan tarif semacam ini diharapkan bisa membuat jumlah penumpang merata dan tidak menumpuk, apalagi saat mendekati hari Lebaran. Namun Erwin mengatakan tidak ada kenaikan tarif secara signifikan.

 

”Semangat memberikan perbedaan harga ini hanya untuk meratakan penumpang saja, supaya nanti tidak menumpuk saat mendekati hari H. Kami tidak ada maksud menaikkan secara khusus tarif penyeberangan kapal seperti pada moda transportasi lain,” katanya.

 

Reporter : Rahma Novita

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS