Home Gaya Hidup Film Dokumenter Sapi Pemakan Sampah Tayang di Festival Film Swiss

Film Dokumenter Sapi Pemakan Sampah Tayang di Festival Film Swiss

366

Jakarta, Gatra.com - Diary of Cattle, film dokumenter garapan duo sineas lokal asal Padang, Sumatera Barat yakni Lidia dan David yang telah berhasil dipertunjukkan di Festival Film Swiss, Visions du Reel pada 11 April 2019. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan beberapa pihak sepeti In-Docs sebagai salah satu promotor film-film dokumenter dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Awalnya film ini hanya untuk penayangan di lokal saja, lalu ternyata menarik. Akhirnya bisa dibawa oleh In-Docs serta Bekraf sampai ke Festival Film Swiss. Ide ceritanya sendiri berdasarkan pengalaman kami memantau kehidupan di area tempat pembuangan akhir (TPA) di suatu daerah di Padang,” kata Lidia saat konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (16/4).

Selain memantau kehidupan masyarakat di sekitar TPA, rupanya ada hal lain unik sekaligus miris yang dilihat oleh Lidia dan David. “Ada banyak sapi-sapi yang juga tinggal di sana yang kondisinya kumuh. Mereka juga memakan sampah-sampah yang berada di TPA tersebut,” ujarnya.

Tak hanya Diary of Cattle, terdapat 10 proyek film dokumenter asal Indonesia lainnya yang terpilih untuk dipresentasikan ke pasar dunia. Salah satunya adalah The Flame yang disutradarai oleh sineas asal Makassar, Arfan Sabran dan diproduseri oleh Gita Fara dari Jakarta.

“Kedua film, Diary of Flame dan The Flame merupakan alumni workshop dokumenter IF/Then dan Docs By The Sea yang diinisiasi oleh Bekraf dan In-Docs pada 2018 yang lalu. Program tersebut menjadi tanggung jawab Bekraf dalam investasi terhadap ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesempatan, khususnya bagi sineas lokal untuk lebih berkembang di pasar Internasional,” terang Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Bekraf.

Nantinya, program Docs By The Sea akan kembali diadakan pada 25 April-2 Mei 2019 dengan menginkubasi 24 proyek film Asia Tenggara yang dianggap potensial. Ada 9 di antaranya yang dipilih dari Indonesia. Harapannya, program ini dapat berjalan untuk menarik pendanaan dari para investor dan memperluas jangkauan pendistribusian film-film tersebut hingga taraf Internasional.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS