Home Internasional Tipu Daging Kuda Jadi Sapi, Bos Spanghero dipenjara

Tipu Daging Kuda Jadi Sapi, Bos Spanghero dipenjara

924

Paris, Gatra.com - Mantan Direktur sebuah perusahaan pemrosesan daging di Prancis dijatuhi hukuman enam bulan penjara pada Selasa (16/4).

Pengadilan Paris mendapati Jacques Poujol dari Spanghero, perusahaan di jantung skandal tersebut dengan vonis bersalah atas penipuan dan memerintahkan penyitaan € 100.000 (US$ 110.000) dalam bentuk tunai yang disita oleh para penyelidik di rumahnya.

Vonis ini karena skandal tahun 2013 dimana jutaan makanan ditarik dari supermarket Eropa setelah disinyalir mengandung daging kuda dan bukan daging sapi.

Setelah inspektur Inggris menemukan penipuan itu, supermarket di Eropa menarik jutaan produk makanan yang dicurigai, seperti lasagna beku dan bakso dari rak mereka pada 2013.

Poujol, yang sudah menghabiskan empat bulan di balik jeruji besi selama investigasi, menolak berkomentar setelah putusan dikeluarkan.

Ia diadili bersama seorang eksekutif dan dua pedagang daging dari Belanda. Patrice Monguillon, manajer pabrik Spanghero di Prancis selatan dihukum satu tahun penjara.

Adapun tengkulak Belanda Johannes Fasen dijatuhi hukuman dua tahun penjara, dan mantan rekannya Hendricus Windmeijer mendapat hukuman percobaan satu tahun.

Kedua orang Belanda itu dihukum karena penipuan serupa pada 2012 di negara asalnya.

Keempat tertuduh dibebaskan dari tuduhan konspirasi, meskipun kedua orang Prancis itu juga dinyatakan bersalah karena merusak bukti.

Modus kasus ini, daging kuda murah dari Belgia, Rumania, dan Kanada diimpor ke Prancis. Kemudian perusahaan pengolah daging Spanghero dan perantara Belanda mengemasnya sebagai daging sapi demi mengantongi keuntungan.

Keempat pria itu dituduh menjual lebih dari 500 ton daging kuda yang disumbangkan sebagai daging sapi ke Comigel, pembuat makanan siap saji, antara 2012 dan 2013.

Kejadian ini memperdalam kekhawatiran tentang industri daging dan keamanan makanan di benua itu.


Reporter : PPB/ChannelNewsAsia

Editor: Birny Birdieni

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS