Home Info Luwu Utara Seko-Rampi Bakal Jadi Kawasan Pengembangan Sapi Potong

Seko-Rampi Bakal Jadi Kawasan Pengembangan Sapi Potong

274

Makassar, Gatra.com – Dua kecamatan terpencil di Luwu Utara, yakni Seko dan Rampi terus menjadi perhatian pemerintah. Bukan hanya infrastruktur untuk membuka akses ke kawasan ini terisolir, namun juga potensi ekonomi yang dimiliki bakal dikembangkan.

Yang terbaru, dua kawasan ini tampaknya bakal segera disulap jadi kawasan pengembangan sapi potong. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, sudah menerima hasil kajian terkait kawasan pengembangan sapi potong ini dan langsung diserahkan Prof Lellah Rahim dari Universitas Hasanuddin, Kamis (18/4).

"Kajian pendek ini masuk dalam program 100 hari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah,” ungkap Prof Lellah kepada Indah.

Karena itu, lanjutnya, ia berharap, hasil ini bisa diimplementasikan. Apalagi, Prof Lellah menilai, Luwu Utara sangat potensial untuk pengembangan sapi potong. Alasannya, lokasi yang luas dan topografi yang sangat bagus.

"Di Sulsel, selain Luwu Utara, kita juga memilih Kabupaten Barru, Enrekang, dan Bone. Sesuai harapan Pak Gub, Sulsel bakal jadi sentra peternakan,” paparnya. 

Dari hasil kajian yang dilakukan, kemungkinan besar akan diekspose dengan pihak Australia. Selanjutnya, pihak Australia akan melakukan survei dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk diketahui, data per November 2018  populasi ternak di Kecamatan Seko didominasi sapi dan kerbau. 
Data terakhir sapi 2.233 ekor dengan wilayah pengembangan di Desa Lodang dan Padangbalua. Sedang kerbau 5.575 ekor di wilayah Desa Taloto, Marante, Tirobai, Padangraya, Padangbalua dengan potensi wilayah pengembangan sekitar 300 Hektare.

Sementara di Kecamatan Rampi yang  berada 86 KM dari ibukota kabupaten, data terakhir sapi 1.154 ekor di Desa Sulaku, Dodolo, Onondowa, dan Leboni. Dengan ternak 1000 ekor di Dodolo dan Tedeboe. 

Baharuddin
 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS