Home Ekonomi Impor Belum Dibuka, Pemerintah Kuras Stok Bawang Putih Importir

Impor Belum Dibuka, Pemerintah Kuras Stok Bawang Putih Importir

935

Jakarta, Gatra.com – Pemerintah gencar melakukan operasi pasar untuk mengatasi tingginya harga bawang putih agar harganya stabil. Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan operasi pasar secara terpisah. Dua kementerian ini berbagi tugas menyelenggarakan operasi pasar di titik yang berbeda. Kementan di 5 titik di Jakarta, sementara Kemendag bekerja di 12 titik pasar.

Berdasarkan data panel harga pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, harga bawang putih di Jabodetabek berkisar antara Rp23 ribu/kg – Rp50 ribu/kg untuk jenis bonggol, dan Rp30 ribu/kg – Rp60 ribu per/kg untuk jenis kating.

Penyebab tingginya harga bawang disebabkan oleh kelangkaan stok bawang putih. Sampai saat ini, Kemendag belum membuka keran impor bawang putih, padahal sudah dapat Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementan. Di sisi lain, panen bawang putih masih belum cukup memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kepala Bagian Distribusi BKP Kementan, Inti Pertiwi mengatakan Kementan kembali mengadakan operasi pasar karena harga bawang putih masih tinggi. Hingga kapan upaya ini dilakukan, ia mengaku tidak tahu. Sebab, menunggu harganya stabil sementara opsi impor belum dibuka.

“Jadi, kita kuras saja barangnya dari importir” ungkap Inti di Jakarta, Kamis (18/4).

Baca Juga: Ada 7 Perusahaan Dapat Izin Impor Bawang Putih, Ke mana Bulog?

Ia menjelaskan bahwa stok bawang putih sudah mulai habis. Kementan menggunakan sisa stok impor bawang putih November lalu. Berdasarkan rilis dari BKP Kementan, pihaknya telah menggelontorkan stok bawang putih sebesar 10 ton.

Inti bungkam soal berapa stok bawang putih yang dimiliki pemerintah. “Berapa pun banyaknya barang, kami tidak mampu menyaingi pasar. Kami memainkan psikologi pasar. Orang tidak perlu tahu berapa banyak barang kita” ujarnya.

Baca Juga: Kemendag: Stok Bawang Putih Aman Sampai Lebaran

Inti mengharapkan Kemendag segera mengeluarkan izin impor bawang putih. “Kita sudah memberi rekomendasi (RIPH kepada Kemendag) sudah lama. Tugas kita sudah selesai” ungkap Inti.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahja Widayanti memaparkan keputusan Kemendag untuk melakukan operasi pasar dilakukan setelah Menteri Perdagangan mengumpulkan para importir untuk memberikan stok bawang mereka.

“Hanya 5 importir yang menyanggupi permintaan kami. Saya utamakan melakukan operasi pasar di daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga” ungkap Tjahja.

Baca Juga: Operasi Pasar Kementan, Bawang Putih Diserbu Habis

Tjahja menambahkan stok dikeluarkan importir secara bertahap, padahal salah satu importir mitra Kemendag yaitu PT. Mahkota Abafi Prima Jaya memiliki sekitar 100 ton stok bawang.

“Kami tidak ingin merusak harga pasar” ungkapnya.

Kemendag menjual bawang sebesar Rp25 ribu/kg kepada para pedagang eceran selama operasi pasar. Kata Tjahya, sementara di end user atau pengecer nantinya harga bawang putih sekitar Rp30-32 ribu/kg. Harga di ritel modern Rp35 ribu/kg.

Tjahja mengaku stok bawang putih aman hingga lebaran nanti. Meski, ia juga mengakui masing-masing importir stoknya sudah tipis. Sementara, rata-rata konsumsi bulanan bawang putih sebesar 30 ribu ton.

“Bisa saja ada 100 ribu ton bawang putih yang disiapkan (sisa impor bawang putih tahun lalu),” ujar Tjahja.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS