Home Gaya Hidup Tren 'Hair Styling' Justru Memperbesar Risiko Kerusakan Rambut

Tren 'Hair Styling' Justru Memperbesar Risiko Kerusakan Rambut

209

Jakarta, Gatra.com - Tren penggunaan alat dan bahan untuk mempermak rambut marak digunakan banyak orang dengan harapan penampilannya bisa berubah lebih baik dalam waktu yang cepat. Namun ternyata, alat dan bahan yang digunakan itu justru menambah risiko kerusakan rambut yang serius.

Dokter spesialis kulit, dr. Gloria Novelita, Sp.KK menjelaskan, penataan rambut dengan alat atau bahan tertentu biasa disebut dengan hair styling. Hair styling paling umum ditemukan ketika perempuan menguncir rambut, atau mengeringkan rambut dengan hair dryer, yang suhunya bisa mencapai 130 derajat celcius.

Penataan rambut tak berhenti sampai di situ, ada pula pengubah bentuk rambut, yakni pengeriting dan pelurus, juga pewarnaan rambut dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang bisa mengganti warna rambut dalam waktu yang lama.

Gloria mengungkapkan, alat dan bahan yang mempermak bentuk rambut justru membuat rambut semakin stres. Hal tersebut karena rambut dihadapkan dengan suhu panas yang cukup tinggi atau dalam keadaan tertekan karena ditarik dan dibentuk berbeda dari aslinya. Buntutnya, rambut akan mudah patah. Keadaan itu bisa semakin parah apabila kita tak memberi asupan yang cukup untuk rambut. Gloria menjelaskan, diet juga bisa menjadi pemicu rambut rusak karena minimnya protein yang masuk ke tubuh.

Jika rambut yang patah tak segera diatasi, maka step kerusakan selanjutnya adalah kerontokan rambut.

"Titik yang paling cepat rontok adalah titik yang jauh dari pusat styling. Misalnya ketika menguncir rambut di belakang, justru rambut yang dekat pelipis-lah yang akan mudah rontok karena mengalami tarikan," papar Gloria selepas acara diskusi bersama Ellips yang bertajuk 'Ellips Hair Care' di Blue Jasmine Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

Kerusakan itu, lanjutnya, disebabkan oleh beberapa lapisan rambut yang sudah mulai goyah. Rambut sendiri memiliki tiga lapisan, di antaranya kutikula, lapisan terluar yang menampilkan keindahan rambut; korteks yang bertugas mengatur kekuatan rambut; dan medula, lapisan paling bawah rambut.

"Karena kan kekuatannya sudah kurang di korteks, lalu kita lakukan styling di titik tertentu dalam waktu berulang, maka akar rambutnya juga akan mudah lepas. Jadi kalau melakukan styling, pastikan tak hanya di satu titik, terutama (saat menguncir rambut bagi) yang berhijab. Jadi diubah-ubah modelnya," papar Gloria.

Jika kondisi sudah parah, step kerusakan rambut bisa berlanjut pada kebotakan. Namun yang menjadi catatan dari Gloria penyebab kebotakan tidaklah tunggal. Beberapa faktor lainnya adalah genetik atau turunan, hormonal, dan kekurangan nutrisi.

"Yang paling sulit memang faktor genetik, yang biasanya menimpa pria," tutup Gloria. 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS