Home Gaya Hidup Menjelajahi Serunya Dunia Pertanian di Museum Tanah dan Pertanian Bogor

Menjelajahi Serunya Dunia Pertanian di Museum Tanah dan Pertanian Bogor

1606

Bogor, Gatra.com – Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan Museum Tanah dan Pertanian di Jl. H. Juanda No. 98, Bogor (22/4). Keberadaan museum ini melengkapi koleksi museum yang sudah ada di Kota Bogor.

Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro meresmikan museum tersebut didampingi oleh penggagas berdirinya museum yang terdiri dari mantan menteri dan wakil menteri Pertanian pada berbagai masa. Kementan menggandeng Kedutaan Besar Belanda untuk Republik Indonesia (RI) untuk bekerja sama dalam pengembangan dan manajemen museum.

Mantan Menteri Pertanian Sjarifuddin Baharsjah mengungkapkan bahwa ide pendirian museum yang representatif untuk menggambarkan pengembangan pertanian sudah muncul sejak lama. Ia mengungkapkan tema dari museum ini adalah bertolak dari masa lalu, menatap masa depan atau “Connecting the past to the future”.

“Pendirian museum ini diawali oleh sebuah diskusi informal (forum group discussion) pada tanggal 17 April 2018” ujar Sjarifuddin. Sjarifuddin mengungkapkan bahwa ide ini mendapat respon positif dari Menteri Pertanian, sehingga keberadaan museum ini terwujud.

“Pertanian memiliki arti yang penting bagi masyarakat Indonesia dan telah berkembang sebelum terbentuknya Indonesia. Pertanian sebagai penyedua sumber pangan telah menjadi way of life (jalan hidup) yang tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia” ungkap Syukur dalam sambutannya.

Syukur menambahkan bahwa pertanian Indonesia tidak hanya berperan bagi masyarakat Indonesia, melainkan juga masyarakat global. Ia mencontohkan pentingnya peranan rempah-rempah Indonesia bagi dunia dan berjayanya Indonesia sebagai eksportir gulu pada awal abad ke-20. “Jika pengelolaannya baik, maka kita bisa mengembalikan kejayaan pertanian” tegas Syukur.

Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementan Lely Nuryati menjelaskan bahwa museum ini terdiri dari Galeri Pangan dan Peradaban, Galeri Kebijakan dan Komoditas, dan Galeri Pertanian Masa Depan di Gedung C serta Galeri Peternakan, Cinema, area bermain (playground), dan area rooftop di Gedung D. Sementara itu, gedung A yang merupakan bangunan asli tetap menjadi museum Tanah. Lely juga menambahkan bahwa museum ini dilengkapi oleh coffee corner dan zona-zona instragrammable yang cocok untuk berfoto.

Menurut Konsul Pertanian Kedutaan Besar Belanda untuk RI Louis Beijer, pihaknya bekerja sama dengan Kementan agar museum ini sesuai dengan standar internasional dan interaktif bagi pengunjung. “Kami membawa spesialis museum untuk membantu presentasi museum dan penanganan artefak” ujar Louis. Louis mengatakan pihaknya akan mendukung pengelolaan dan pengembangan museum ini hingga satu tahun ke depan.

Louis berharap bahwa museum ini dapat menginformasikan dan menginspirasi orang-orang bahwa pertanian merupakan sesuatu yang penting dan tidak membosankan. “Pertanian tidak membosankan dan dapat menjadi seksi, hebat, dan keren,” tegas Louis.

Selain Museum Tanah dan Pertanian, Kementan juga meresmikan Perpustakaan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) di Jl. A. Yani No. 70, Bogor.

 

 

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS