Home Internasional Kalah Pilkada, Partai Erdogan Pukul Pimpinan Partai Oposisi Turki

Kalah Pilkada, Partai Erdogan Pukul Pimpinan Partai Oposisi Turki

1104

Ankara, Gatra.com - Polisi di Turki telah menangkap enam orang, termasuk seorang anggota partai yang berkuasa pada Senin (22/4), setelah serangan terhadap pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu. Bersamaan dengan penangkapan tersebut, partai Cumhuriyet Halk Partisi (CHP) pimpinan Kilicdaroglu menggelar demonstrasi menentang insiden itu.

Sebelumnya, dilansir dari Aljazeera sejumlah orang menyerang dan meninju Kilicdaroglu (70) pimpinan Cumhuriyet Halk Partisi (CHP) pada hari Minggu (21/4) di distrik Cubuk, Ankara. Ketika itu ia menghadiri pemakaman seorang tentara yang tewas dalam pertempuran dengan pejuang Kurdi di perbatasan tenggara Turki.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah oposisi utama CHP memenangkan pemilihan Walikota Ankara dan Istanbul mengalahkan AK Party pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Hal itu menjadi sebuah pukulan keras terhadap partai penguasa.

Serangan tersebut terekam dalam sebuah video dan menjadi viral serta memicu kemarahan warganet di media sosial, dengan tagar #KilicdarogluYalnizDegildir yang artiny Kilicdaroglu tidak sendiri, menjadi trending topic.

Tersangka utama pemukulan diidentifikasi berinisial AS ditangkap di Sivrihisar, Anatolia Tengah dan dibawa ke Cubuk.

Aljazeera menyebutkan, AK Party kemudian mengidentifikasi tersangka sebagai Osman Sarigun dan mengatakan dia adalah anggota partai yang akan menghadapi sidang disipliner di internal Partai untuk kemudian dipecat.

Sementara dilansir dari Anadolu Agency, lima tahanan lain sudah memberikan kesaksian di kantor polisi di Cubuk. Juru Bicara AK Party Omar Celik menyatakan menentang tindakan kekerasan tersebut meski dilakukan oleh oknum dari Partainya.

"AK Party menentang segala bentuk kekerasan. Prinsip kami tentu saja menolak kekerasan. Tidak ada ruang untuk kekerasan dalam politik demokratis," kata Omer Celik di akun Twitternya.


Reporter: AJQ

Editor: Hendry Roris Sianturi

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS