Home Internasional Senator Demokrat Ancam Pemakzulan, Trump Tidak Peduli

Senator Demokrat Ancam Pemakzulan, Trump Tidak Peduli

55

Washington D.C, Gatra.com - Senator partai demokrat dari Massachusetts, Elizabeth Warren pada Senin (22/4) malam menegaskan kembali untuk mengagendakan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, setelah adanya rilis laporan Mueller dan meminta setiap anggota parlemen Amerika Serikat dan juga senat untuk menentukan nasib Trump.

"Jika ada orang di parlemen dan senat yang ingin menetapkan suara bahwa presiden dapat melakukan suatu hal ketika saat ini presiden sedang di investigasi karena pendakwaannya, maka silahkan saja," ucap kandidat presiden 2020 dari Partai Demokrat tersebut, ketika ditemui di alun-alun New Hampshire.

"Jika ada orang lain (selain presiden) yang telah melakukan apa yang ada di dalam dokumen Mueller, maka mereka pasti sudah ditahan dan dipenjara," tambahnya.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Trump juga menyatakan dirinya tidak peduli tentang prospek proses pendakwaannya yang sekarang sedang diwacanakan oleh beberapa anggota Partai Demokrat setelah adanya laporan Mueller.

"Saya sedikitpun tidak peduli," katanya ketika ditanya tentang kekhawatiran akan pendakwaan.

Diketahui, adanya rilis laporan penasihat khusus tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan umum 2016 yang menandai berakhirnya pertarungan politik atas penyelidikan rahasia Presiden Trump dan awal ‘perang’ terbuka, mengenai apakah ia harus dipilih kembali pada tahun 2020.

Laporan yang lama ditunguu-tunggu dari Robert S. Mueller III, itu dianggap akan "membakar" hasrat para partisan dari kedua kubu (Republik dan Demokrat) terhadap pandangan mereka terhadap Trump. 

Laporan Mueller ini juga menjadi tantangan baru bagi kandidat presidensial Partai Demokrat, karena meskipun laporan Mueller dinilai menggemparkan, tetapi belum bisa dianggap sebagai hal yang dapat merusak elektabilitas Trump.

Senator Elizabeth Warren menjadi kandidat oposisi pertama yang meminta adanya persetujuan dari parlemen AS untuk menginvestigasi dan mendakwa akan perlunya dilakukan pemakzulan terhadap Trump.

Reporter: MDS/TIME.com
Editor: Anthony Djafar

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS