Home Teknologi Mengapa Samsung Harus Tunda Penjualan Galaxy Fold?

Mengapa Samsung Harus Tunda Penjualan Galaxy Fold?

1030

Seoul, Gatra.com - Samsung menunda penjualan Galaxy Fold, ponsel seharga US$1.980 yang dapat dilipat dan dibentangkan, baik dalam bentuk ponsel pintar maupun tablet kecil. Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin lalu.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (23/4), gawai Galaxy Fold yang dipinjamkan ke Bloomberg berhenti beropersi setelah 2 hari dan penggantinya menunjukkan masalah lainnya. Hal inilah yang menyebabkan Samsung menunda peluncurannya.

Mark Gurman dari Bloomberg berpendapat bahwa sebagai ponsel, Galaxy Fold tak terlalu bagus, sedangkan sebagai tablet terlalu banyak kekurangan. Sebagai gawai yang mengombinasikan ponsel dan tablet, Galaxy Fold memungkinkan kita melihat masa depan komputasi mobile.

Mark menerima ponsel tersebut pada tanggal 15 Maret. Ketika mencobanya dalam mode terlipat, gawai terasa berat dan ribet, lebarnya setara dengan 2 ponsel pintar. Layar selebar 4,3 inci kurang berguna selain membuat dan menerima panggilan, serta terlalu sempit untuk mengetik selain pesan singkat. Tampilan depan terlihat aneh dibandingkan ponsel layar penuh lainnya karena memiliki bezel atas dan bawah yang tebal.

Membentangkan gawai menimbulkan kesan layar yang besar, terang, dan penuh warna. Namun, layar dalam memiliki film plastik seperti pelindung layar layaknya gawai yang dikeluarkan dari kotak. Setelah film plastik dilepas, tampilan layar mengalami gangguan. Namun, tidak ada pemberitahuan dari Samsung untuk jangan melepas film tersebut.

Keesokan harinya, layar bagian kiri tak berfungsi. Dua hari setelahnya, keseluruhan layar mati. Robekan kecil juga muncul pada engsel ponsel. Menurut Mark, kemungkinan robekan inilah yang menyebabkan matinya layar ponsel. Kemudian, Samsung menukarkan ponsel tersebut dengan yang baru.

Selama akhir pekan lalu, tidak ada masalah ketika pelindung layar tak dilepas. Namun, terdapat bekas tusukan pada bagian ponsel yang tidak terlipat. Terdapat pula celah antara layar dengan pelindung layar yang memungkinkan debu dan kotoran masuk.

Selain itu, terdapat banyak goresan pada layar. Hal ini membuat layar memiliki banyak pantulan dan cahaya yang menyilaukan pada kondisi penerangan tertentu. Bekas lipatan juga terlihat di bagian tengah antara bagian yang terlipat dan tidak terlipat.

Meskipun belum sempurna, perangkat lunak merupakan bagian yang sangat dibenahi dalam Galaxy Fold. Banyak aplikasi yang mampu beradaptasi secara mulus dari layar kecil ke layar yang lebih besar dalam kondisi tak terlipat. Tampilan yang lebih besar memudahkan pengguna untuk mengambil foto maupun menonton video. Gawai ini juga mampu mengoperasikan 3 aplikasi sekaligus secara baik.

Selama seminggu mencoba Galaxy Fold, Mark berkesimpulan bahwa Galaxy Fold hanya bagus dalam konsep, bukan dalam produk jadi. Kemampuan gawai ini dalam mengombinasikan ponsel dan tablet dalam satu kantong masih sebatas ide untuk saat ini. Mark menambahkan, masih lebih baik membeli Galaxy S10+, tablet Samsung 8 inci, iPhone XS Max, dan iPad Mini.

Galaxy Fold sangat berpotensi untuk disempurnakan, baik oleh Samsung maupun perusahaan lain. Apabila gawai tersebut dapat berfungsi dengan baik sebagai ponsel sekaligus tablet dengan perangkat lunak yang teroptimasi dan tampilan sempurna, gawai ini akan menjadi hit selanjutnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS