Home Ekonomi Muaro Jambi Paling Rentan Hadapi El Nino karena Gambut

Muaro Jambi Paling Rentan Hadapi El Nino karena Gambut

Muaro Jambi, Gatra.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi menggelar rapat persiapan dalam upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan di wilayahnya. Rapat persiapan ini dilaksanakan menyikapi musim El Nino yang diprediksi akan berlangsung pada Juni, Juli dan Agustus tahun ini.

Rapat digelar di ruang rapat Wakil Bupati pada Rabu (24/4) pagi dengan dipimpin langsung Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro. Hadir dalam pertemuan itu Forkopimda, BMKG, BNPB, Basarnas,OPD dan WWF.

Bupati Masnah mengatakan bahwa wilayah Muaro Jambi belum terbebas dari bencana kebakaran lahan dan hutan. Bahkan, jumlah titik panas yang ditemukan di wilayah Muaro Jambi merupakan yang tertinggi di Provinsi Jambi. "Jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah kita pada tahun lalu sebanyak 73. Angka ini tertinggi di Provinsi Jambi, " katanya.

Masnah menyebut bahwa wilayah Muaro Jambi memang sangat rawan dengan bencana kebakaran lahan dan hutan. Hal ini tidak terlepas dengan kondisi tanah Muaro Jambi yang bergambut. "Sebanyak 40 persen wilayah Muaro Jambi ini berstruktur gambut. Ini yang membuat rentan terjadinya kebakaran lahan dan hutan," ujarnya.

Masnah menjelaskan bahwa rapat bersama Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muaro Jambi tidak lagi membahas upaya menanggulangi bencana daerah, tetapi sudah tahap pencegahan.

"Kementerian Restorasi Gambut juga mengatakan bahwa saat ini bukan lagi menanggulangi bencana, tapi pencegahan sehingga bencana kebakaran hutan dan lahan ini memang menjadi perhatian kita," ujarnya.

Lebih lanjut Masnah menginformasikan bahwa rapat ini akan kembali dilanjutkan dengan melakukan rapat pertemuan dengan perusahaan perkebunan di Muaro Jambi. Rapat ini bertujuan agar terjadi sinergitas dalam pencegahan maupun mengatasi kebakaran lahan dan hutan.

"Bulan Juni, Juli dan Agustus ini diprediksi akan terjadi El Nino. Makanya akan kita persiapkan betul agar tidak muncul titik panas di Muaro Jambi. Kita juga akan mengaktifkan kembali masyarakat peduli api," katanya.

Muaro Jambi sendiri tidak hanya rawan bencana kebakaran lahan dan hutan. Di wilayah Muaro Jambi juga sering terjadi bencana angin puting beliung dan banjir. Ada beberapa titik terjadinya puting beliung. Seperti Jambi Luar Kota dan Kumpeh.

"BMKG turut kita minta untuk sosialisasikan ke masyarakat, atau memberikan informasi lah, bulan-bulan apa banjir atau kemarau. Karena kasihan juga petani kita, kalau tidak tahu. Belum lagi padi mereka tumbuh tinggi sudah terendam banjir, jadi itu yang kita minta," ucap Masnah.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS