Home Gaya Hidup Indonesia Tampilkan 7 Karya Sineas dalam Festival Film Asia Afrika

Indonesia Tampilkan 7 Karya Sineas dalam Festival Film Asia Afrika

1069

Jakarta, Gatra.com – Animo masyarakat untuk menyaksikan sejumlah tayangan dalam Asia Afrika Film Festival (AAFF) cukup besar tahun ini. 

“Sampai hari ini, sudah di luar ekspektasi kita. Kalo nga salah, udah 77 ribu (tiket terjual), nga sangka aja si,” kata Sutradara film Ave Maryam, Ertanto Robby Soediskam, pada Rabu (24/4)

Film Ave Mariam merupakan satu dari 7 film asal Indonesia yang akan tayang dalam AAFF. Selain itu ada juga film lainnya seperti Kado, milik Ahmad Aditya yang tayang perdana dalam Sundance Film Festival, Tengkorak garapan Yusron Fuadi, Laut Bercerita, adaptasi novel Leila Chudori - buatan Pritagita Arianegara. 

Ada juga Nyai, besutan Garin Nugroho dan Ballad of Blood and Two White Buckets hasil karya Yosep Anggi Noen.  About a Woman arahan Teddy Soeriaatmadja. 

Ave Mariam sendiri adalah salah satu film bernuansa religius yang saat ini cukup banyak diminati masyarakat. Dengan menggandeng artis berbakat Maudy Ayunda, film ini telah mendapat banyak penonton.

AAFF akan menayangkan sejumlah film yang berasal dari negara - negara di Asia dan Afrika. AAFF digelar mulai tanggal 24-28 April mendatang.

Sebanyak 17 film panjang, film pendek, dan film dokumenter akan ditayangkan dalam festival film AAFF. Film - film tersebut berasal dari 11 negara berbeda, yaitu Indonesia, Tanzania, Nigeria, Ghana, Mesir, Mali, India, Palestina, Filipina, Jepang, dan China.

Film Indonesia mendapatkan porsi yang cukup besar untuk bisa ditayangkan di AAFF. 

Selain itu, terdapat satu film yang dibuat dengan mengumpulkan sineas dan sutradara dari 3 negara, yakni Jepang, Indonesia, dan China. Film tersebut berjudul Asian Threefold Mirror Journey yang dipastikan akan tayang pada Sabtu, 27 April 2019 pukul 12.30 - 14.00 WIB.

Beberapa film lainnya yang ditayangkan dalam AAFF yaitu, Shot Bi Kidude (Tanzania), Couterfeit Kunkoo (India), Gaza Surf Club (Palestine), Eternity Between Seconds (Filipina), Half a Life (Mesir), Mother of George (Nigeria), dan Burial of Kojo (Ghana)

Menurut Founder Globetrotter Lab, Kennedy Ashinze, yang telah menginisiasi AAFF, festival film tersebut diharapkan dapat diterima oleh semua golongan, ras, dan kelas ekonomi.

“Kami tidak menargetkan segmen tertentu. Saya harap akan ada koneksi antara orang asia dan afrika,” kata Kennedy.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS