Home Kesehatan Bertahun-tahun Perusahaan Beri Rokok, Karyawan Terkena Kanker Paru-paru

Bertahun-tahun Perusahaan Beri Rokok, Karyawan Terkena Kanker Paru-paru

1830

London, Gatra.com - Simon Neale (57), mantan penjual tembakau terkena kanker paru–paru setelah mendapatkan rokok gratis selama bekerja. Rokok tersebut diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja dan menjadikan ia seorang perokok berat.

“Ketika saya bergabung dengan perusahaan, saya diberitahu akan mendapatkan 1.200 rokok gratis setiap bulannya," kata Neale seperti dikutip The Independent, Jumat (26/4).

Sejak bergabung dengan Rothmans, pabrik rokok tempat Neale bekerja. Ia mulai menjadi perokok aktif. Awalnya hanya merokok sesekali, kemudian berubah menjadi perokok berat.

“Saya memiliki begitu banyak rokok yang diberikan,” kata Neale.

Saat ini, Neale telah didiagnosis menderita kanker paru – paru yang tak bisa dioperasi. Ia berharap bisa menuntut Rothmans atas penyakit yang dideritanya itu.

“Hal terburuk adalah memberi tahu anak-anak. Kanker paru-paru muncul dari saya yang bekerja untuk Rothmans, ” ujar Neale.

Mengetahui kasus tersebut, Deborah Arnott, Kepala Eksekutif Action on Smoking and Health (ASH), kelompok sosial yang mengkampanyekan larangan merokok dan kesehatan, mengatakan bahwa kasus yang dialami Simon Neale bukanlah satu – satunya.

Menurutnya, perusahaan tempat Neale bekerja harus bertanggung jawab karena pemberian rokok gratis telah membuatnya kecanduan.

“Ribuan karyawan diberikan rokok gratis, dan rokok gratis juga dibagikan kepada publik. Pabrik tembakau mempromosikan produknya sambil bersembunyi dari masyarakat,” kata Arnott.

Sementara itu, Simon Cleverly, perwakilan dari Rothmans mengakui bahwa perusahaannya memiliki kebijakan untuk meberikan rokok gratis kepada karyawan sebagai tunjangan. Menurutnya, apa yang dilakukan perusahaan tidak melanggar hukum.

“Setiap saat, produk ini mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku, termasuk peringatan kesehatan yang relevan,” kata Cleverly.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS