Home Kesehatan WHO Tegaskan Anak Usia di Bawah Satu Tahun Tak Boleh Lihat Layar Ponsel

WHO Tegaskan Anak Usia di Bawah Satu Tahun Tak Boleh Lihat Layar Ponsel

1368

London, Gatra.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan panduan pertamanya tentang durasi paparan layar digital, seperti ponsel, untuk anak-anak. Dalam laporan yang ditulis Huffington Post, WHO menjelaskan anak usia di bawah 5 tahun tidak boleh terlalu lama terpapar layar digital, sedangkan di bawah satu tahun tak boleh sama sekali terpapar.

Senada dengan keputusan WHO, Badan Kesehatan Amerika Serikat juga mengatakan pada Rabu (24/4) bahwa anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak boleh menghabiskan lebih dari satu jam menonton layar setiap hari.

Pedoman tersebut sedikit mirip dengan saran dari American Academy of Pediatrics. Kelompok itu merekomendasikan anak-anak di bawah 18 bulan harus menghindari layar selain untuk obrolan video (video call). Pedoman itu juga menjelaskan bahwa orang tua anak-anak berusia di bawah dua tahun harus memilih pemrograman berkualitas tinggi yang memiliki nilai edukasi dan dapat ditonton bersama orang tua untuk membantu anak-anak memahami apa yang mereka lihat.

Namun, kebijakan WHO itu sempat mendapat kritik dari beberapa kelompok yang konsen di isu digital. Mereka menyebut pedoman durasi layar WHO gagal mempertimbangkan potensi manfaat media digital.

"Saran durasi paparan layar WHO terlalu fokus pada kuantitas waktu dan gagal mempertimbangkan konten dan konteks penggunaan,” kata Andrew Przybylski, direktur penelitian di Oxford Internet Institute di University of Oxford. Andrew menambahkan, tidak semua durasi paparan layar berdampak sama.

Royal College of Paediatrics and Child Health di Inggris juga mengatakan data yang disediakan WHO terlalu lemah untuk memungkinkan para ahli menetapkan ambang batas untuk tingkat durasi paparan layar yang sesuai.

"Penelitian kami telah menunjukkan bahwa saat ini tidak ada bukti yang cukup kuat untuk mendukung pengaturan batas waktu (paparan) layar," kata Dr Max Davie, dari Royal College. Ia mengkritik, batas waktu layar yang disarankan oleh WHO kemungkinan tak memiliki potensi yang membahayakan anak.

WHO memang tidak secara khusus merinci potensi kerusakan yang disebabkan oleh paparan layar yang terlalu lama, tetapi pihaknya mengatakan pedoman itu, yang juga mencakup rekomendasi untuk aktivitas fisik dan tidur, diperlukan untuk mengatasi peningkatan jumlah perilaku di dunia nyata. Tercatat bahwa kurangnya aktivitas fisik bisa menjadi faktor utama kematian dan penyumbang peningkatan obesitas.

WHO mengatakan bayi yang berusia kurang dari 1 tahun harus menghabiskan setidaknya setengah jam setiap hari untuk kebutuhan perutnya dan anak-anak yang lebih besar harus mendapatkan setidaknya tiga jam aktivitas fisik setiap hari. 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS