Home Ekonomi Gunakan Penginderaan Jauh, Litbang Kelapa Sawit Bisa Hemat 64%

Gunakan Penginderaan Jauh, Litbang Kelapa Sawit Bisa Hemat 64%

Jakarta, Gatra.com - Di era industri 4.0, interkonektifitas menjadi kunci dalam mencapai efektivitas. Dalam mencapai interkonektivitas yang mumpuni, pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya untuk dapat menggunakan teknologi penginderaan jauh secara maksimal.

Sebagai contoh, menurut data yang dimiliki oleh Pusat Kajian Kebijakan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PKKPA LAPAN) mengenai manfaat ekonomis aplikasi penginderaan jauh di akhir 2018, dengan menggunakan teknologi ini, Badan Litbang Pertanian Kelapa Sawit dapat menghemat biaya sampai 64%.

"Dari sini, tentu kaitan panjangnya ke kontribusi terhadap pendapatan negara seperti GDP bisa diproyeksi," ucap Shinta Rahma Diana, peneliti ekonomi dari PKKPA LAPAN dihubungi Gatra.com, Jumat (26/4).

Kemudian dalam penelitiannya, Shinta juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh secara optimal, berbagai bidang negara dapat lebih menghemat waktu dalam melakukan penelitian dan juga tidak perlu melakukan verifikasi data secara berulang-ulang.

Akan tetapi permasalahannya sekarang, adalah masih belum terpenuhinya semua kebutuhan data di instansi pemerintah dan pemerintah daerah, sehingga dibutuhkan anggaran yang lebih untuk meningkatkan kapabilitas teknologi penginderaan jauh Indonesia agar dapat digunakan secara maksimal.

381

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR