Home Internasional Ditemukan Benda Ini dalam Perut Lumba-lumba

Ditemukan Benda Ini dalam Perut Lumba-lumba

Florida, Gatra.com- Pembedahan perut lumba-lumba betina yang ditemukan terdampar di Pantai Fort Myers Florida mengungkapkan kantong plastik dan sebuah balon di perutnya.

Dilansir Huffpost, menurut laporan The Associated Press, awalnya petugas penyelamat berusaha menyelamatkan hewan tersebut, tetapi dikarenakan hewan mamalia tersebut sangat kurus dan dalam kondisi kesehatan yang buruk, sehingga para pejabat satwa liar memutuskan untuk menidurkannya.

Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida memposting foto yang menunjukkan isi perut lumba-lumba tersebut, tampak bahwa hewan ini telah memakan dua kantong plastik dan sebuah balon.

Sementara para pejabat mencatat bahwa bukti isi perut ini adalah temuan yang signifikan. Mereka mengatakan masih belum jelas apa yang secara spesifik menyebabkan penyakit pada lumba-lumba hingga membuatnya terdampar.

"Ada banyak faktor tambahan yang perlu dipertimbangkan, seperti penyakit yang diderita, terpisah dari induknya, sebelum akhirnya diketahui penyebab kematian lumba-lumba," tulis FWC Fish and Wildlife Research Institute.

Meski begitu, temuan kantung plastik dan balon itu memberi peringatan bagi manusia untuk mengurangi plastik yang sekali pakai dan tidak membuang balon ke area lingkungan.

Laporan mamalia laut yang ditemukan terdampar dengan plastik di perut mereka menjadi suatu catatan penting. Pada bulan Maret, seekor paus sperma yang hamil, mati di lepas pantai Italia dengan 49 pon plastik di perutnya, termasuk kantong sampah, jaring dan tali pancing, dan sekantong cairan sabun cuci.

Pada bulan yang sama, seekor paus terdampar ditemukan mati di pantai Filipina memiliki 88 pon plastik di perutnya, termasuk kantong plastik dalam jumlah banyak. Juga pada November tahun lalu, seekor paus sperma mati di sebuah taman nasional di Indonesia, memiliki 13 pon sampah plastik di perutnya, termasuk sandal jepit, lusinan dan lebih dari 100 gelas.

1046

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR