Home Politik Pemindahan Ibu Kota Hanya Pengalihan Isu Kecurangan Pilpres

Pemindahan Ibu Kota Hanya Pengalihan Isu Kecurangan Pilpres

1434

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arif Poyuono tidak setuju dengan wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota. Bagi dia, wacana tersebut hanya pengalihan isu semata dari berbagai kecurangan yang ada di Pilpres tahun ini.

"Tidak ada urgensinya pindah ibu kota kalau alasannya cuma macet dan tidak efisien dan hanya untuk pusat pemerintahan," jelas Arif saat dihubungi wartawan, Rabu, (1/5).

Solusi yang ditawarkan juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi adalah memindahkan pelabuhan Tanjung Priok ke luar wilayah Jakarta, kalau alasannya efisiensi dan mengurangi kemacetan. Sebab, pabrik-pabrik besar yang berada di luar Jakarta harus memindahkan produksi mereka ke Jakarta.

"Misalnya pabrik tekstil semua adanya di Bandung, Tegal, Cirebon. Nah kalau mau ekpor produknya masa harus ke pelabuhan di Jakarta? Harusnya kan dibangun pelabuhan ekspor di Karawang sehingga mobil besar pengankutan barang ekspor enggak masuk ke Jakarta," ujar Arif.

Presiden Jokowi menyampaikan rencana pemindahan ibu kota dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin, (29/4), lalu. Ada beberapa alasan pemindahan, seperti kepadatan penduduk di Jawa, lalu lintas, daya dukung lingkungan hingga banjir. Ada tiga pulau yang menjadi kandidat ibu kota baru yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Namun lokasi persis calon ibu kota belum disebutkan Jokowi, karena masih menunggu kajian. Beberapa indikator yang harus dipenuhi oleh calon wilayah ibu kota berupa daya dukung lingkungan sampai potensi bencana.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS