Home Teknologi Ilmuwan Bakal Cetak Jaringan Otot dan Pembuluh Darah 3D di Luar Angkasa

Ilmuwan Bakal Cetak Jaringan Otot dan Pembuluh Darah 3D di Luar Angkasa

367

Jakarta, Gatra.com - Ilmuwan Rusia, Amerika dan Israel berkolaborasi untuk menciptakan biomaterial jaringan tubuh yang akan digunakan untuk menyusun jaringan hidup yang kompleks, seperti otot dan pembuluh darah, di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Dilansir laman Medical Daily, eksperimen bersejarah ini rencananya dilangsungkan pada September mendatang. Adapun pihak yang memimpin percobaan ini adalah 3D Bioprinting Solutions, sebuah laboratorium penelitian bioteknis Rusia.

Manager 3D Bioprinting Solutions,  Yusef Khesuani menjelaskan proses kerja samanya dengan Amerika Serikat dan Israel. "Kami terlibat dalam proyek ini bersama dengan dua laboratorium, dari Amerika Serikat dan Israel. Rekan-rekan Israel akan membagikan biomaterial beberapa hewan ternak mereka dengan kami, sementara rekan-rekan dari Amerika Serikat akan memberi kami biomaterial ikan yang diekstraksi dari beberapa jenis ikan," jelasnya.

Produk perusahaan "Bioprinter 3D Organ-Avt" ini akan digunakan dalam percobaan mencetak jaringan hidup di ruang angkasa. Mesin ini sendiri sudah dikirim ke ISS pada Desember 2018 lalu.

Printer ini telah di-upgrade untuk mencetak 3D jenis jaringan yang lebih kompleks. Menurut para ilmuwan, eksperimen ini akan berkontribusi untuk mengeksplorasi kehidupan ruang angkasa yang lebih dalam.

Otot, pembuluh darah, dan jaringan kompleks lainnya akan dicetak dalam bentuk 3D di atas cetakan ISS. Jaringan tersebut akan tetap berada di stasiun ruang angkasa dan diperiksa secara bertahap untuk membantu mengungkap efek jangka panjang dari perjalanan ruang angkasa pada tubuh manusia.

Para ilmuwan mengungkapkan lebih mudah untuk mencetak organ hidup di luar angkasa daripada di bumi, karena organ cenderung lebih mudah hancur akibat beratnya yang terkena efek gravitasi.

Nantinya, hasil Bioprinter Organ-Avt yang asli digunakan untuk menumbuhkan jaringan hidup dan organ lainnya. Kondisi tanpa gravitasi memungkinkan organ dan jaringan yang dicetak 3D lebih 'matang' dengan kecepatan yang lebih cepat.

Printer itu sebelumnya sudah diujicobakan dengan menghasilkan jaringan atau kelenjar tiroid tikus sejak pemasangannya di ISS. Hasil itu juga digunakan untuk mempelajari bagaimana penerbangan panjang di luar angkasa mampu memengaruhi organ tubuh.

Di samping itu, Ilmuwan Rusia juga berencana untuk meningkatkan bioprinter Organ-Avt pada tahun 2020, setelah percobaan untuk mencetak struktur tubular saluran ginjal, uretra, pembuluh darah.

Bioprinter 3D Rusia akan melengkapi bioprinter 3D BioFabrication Facility (BFF) buatan Amerika, yang akan dikirim ke ISS oleh pesawat ruang angkasa SpaceX Cargo Dragon pada penerbangan CRS-18 yang diberangkatkan Juli ini.

Printer ini dikembangkan oleh nScrypt, produsen sistem pencetakan 3D berbasis di Florida, dan Techshot, pengembang peralatan luar angkasa. BFF akan menjadi bioprinter 3D pertama dari Amerika yang dikembangkan, dimiliki, dan dioperasikan di ruang angkasa. 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS