Home Internasional Samsung Penetrasi Pasar Teknologi Rumah Pintar

Samsung Penetrasi Pasar Teknologi Rumah Pintar

Seoul, Gatra.com - Samsung sedang berinovasi mengembangkan rumah pintar masa depan dengan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT). Inovasi ini dilakukan pada sebuah rumah yang lapang dan mewah di Seoul, Korea Selatan. 
 
Asisten virtual Samsung, Bixby menunjukkan kepada pengunjung dalam rumah canggih tersebut tentang apa yang ada di dalam lemari es dapur, sementara asisten Alexa dari Amazon mengendalikan pencahayaan ruang keluarga dan AC, dan seorang pembicara yang dikembangkan oleh Naver Corp. merekomendasikan musik dan  Acara TV.  
 
Diwartakan Bloomberg (2/5) Samsung menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) yang bisa mengontrol barang-barang dalam bangunan tersebut, teknologi ini memungkinkan penghuninya untuk leluasa mengatur barang yang ada di rumah maupun sebuah perusahaan.
 
"Kami mencoba untuk menggabungkan berbagai teknologi IoT untuk menciptakan lingkungan di mana rumah tahu siapa Anda," kata Vice President  yang sedang meninjau proyek unit konstruksi Samsung Kim Myung-suk.
 
Teknologi ini akan diterapkan secara nyata pada sebuah apartemen di kota Busan, Korea Selatan. Calon pembeli dari 2.600 unit apartemen dapat memesan  "rumah pintar" ini pada bulan Juni, dan mulai bergerak pada bulan Agustus 2022. Tim Kim menolak untuk mengomentari berapa banyak biaya yang dibutuhkan Samsung dalam proyek ini.
 
Samsung semakin serius menjangkau pasar global senilai $77 miliar untuk peralatan dan furnitur yang terhubung ke internet, pasar yang dipelopori oleh Amazon.com Inc. dan Google.  Samsung punya Samsung Electronics Co., pembuat smartphone, TV, dan chip memori, serta Samsung C&T Corp, bisnis konstruksi yang mengembangkan proyek rumah pintar.  C&T ini yang membangun Burj Khalifa di Dubai, gedung tertinggi di dunia, dan Menara Kembar Kuala Lumpur, yang berbagi gelar beberapa tahun sebelumnya.
 
Samsung memiliki potensi besar di pasar IoT ini dengan meningkatkan jangkauan yang ada, kata analis di ABI Research Jonathan Collins. Ia memperkirakan akan ada 300 juta rumah pintar pada tahun 2022 di dunia. (ANO)
931