Home Politik Empat Wilayah Kemenangan Jokowi Direbut Prabowo Subianto

Empat Wilayah Kemenangan Jokowi Direbut Prabowo Subianto

Jakarta, Gatra.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil final survei quick count. Dalam penghitungan cepat tersebut, pasangan Jokowi-Maruf memenangkan kontestasi pemilu dengan perolehan nilai 55.71%.

Selain itu, peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan, terdapat empat temuan penting di dalam pemilihan umum tahun ini. Pertama golput tahun ini sangat kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada Pilpres 2004 yang golput tercatat sebesar 23,30%, 2009 angka golput naik 27,45%. Pada Pilpres 2014 di angka 30,42% dan 2019 turun 19,24%, memang mobilisasi dengan seruan "jangan golput" dari kubu Jokowi dan Prabowo yang lebih ekstra di akhir masa kampanye, jadi masing-masing kandidat baik dari kubu 01 ataupun 02 merasa satu suara itu sangat menentukan dan disampaiakn kepada masyarakat, sehingga masyarakat pun merasa bahwa suaranya sangat penting," kata Ardian Sopa, di Jakarta, Kamis (2/5).

Temuan kedua adalah pilpres tahun ini mengubah 15% teritori Jokowi dan Prabowo. Pada 2014 Jokowi menang di 23 Provinsi dan Prabowo di 10 Provinsi, saat ini pilpres 2019 mengubah peta kekuatan yang mana Jokowi saat ini menang di 21 Provinsi, sedangkan Prabowo meningkat menjadi 13 Provinsi.

"Provinsi yang berubah dari pilpres 2014 dimenangi Jokowi ke pilpres 2019 dimenangi Prabowo yaitu Bengkulu, Jambi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara. Satu Provinsi yang berubah dari pilpres 2014 dimenangi Prabowo ke pilpres 2019 dimenangi Jokowi yaitu Gorontalo," tambahnya.

Ketiga adalah tingkat partisipasi segmen minoritas yang lebih besar dikarenakan adanya pembelahan dukungan berdasarkan identitas dan agama. Dengan begitu, beberapa wilayah dengan kaum minoritas seperti Bali, NTT, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Kalimantan Barat pun memberikan suaranya kepada paslon 01.

Sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan kemenangan telak di beberapa Provinsi seperti Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, NTB, Aceh, dan Riau.

Terakhir adalah pemilu yang diadakan secara serentak yang membuat pemilihan legislatif (DPR dan DPD) tidak menjadi fokus karena bersamaan dengan pemilihan presiden. Selain itu, terdapat korban meninggal mencapai 380 orang dan yang mendapat perawatan di rumah sakit berjumlah 3.192 orang.

9626