Home Milenial Ini Caranya Agar Milenial Betah Kerja di Perusahaan Anda

Ini Caranya Agar Milenial Betah Kerja di Perusahaan Anda

Surabaya, Gatra.com - Founder and Managing Director Headhunter Indonesia, Haryo Utomo Suryosumarto menilai perusahaan saat ini harus bisa memahami karakter generasi milenial demi masa depan perusahaan. Maklum saja, generasi milenial akan dengan mudah memutuskan berpindah pekerjaan dalam waktu 2 tahun saja.

Haryo melihat, saat ini dunia pekerjaan mengalami masa transisi, dimana lebih dari 50-70 persen penggerak perusahaan merupakan generasi milenial atau antara usia 23-38. Berbeda dengan Generasi X yakni mereka yang berusia antara 39-54 tahun.

Kedua generasi ini memiliki usia, perspektif dan cara pandang berbeda. "Salah satu kesulitan yang dihadapi kebanyakan perusahaan adalah menjamin loyalitas karyawan Milenial terhadap perusahaan," ujar Haryo.

Hal tersebut, lanjut Haryo, berdasarkan Deloitte Millenial Survey, yang menyebutkan bahwa 43 persen milenial memilih berhenti dari tempat kerja dalam kurun waktu dua tahun. Sementara, hanya 28 persen yang berencana bertahan sampai dengan lima tahun kedepan.

Selain itu, hasil survei Headhunter Indonesia terhadap 217 Generasi Milenial di Pulau Jawa, menyebutkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan milenial tidak bertahan lama dan akhirnya membuat angka pergantian karyawan perusahaan menjadi tinggi.

"Milenial merasa kurang mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Mereka berasumsi cara untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan berpindah tempat kerja yang dirasa lebih baik," ungkapnya.

Disamping itu, generasi milenial merasa kurang mendapat kepercayaan dari para manajer senior, tidak merasakan nilai dan visi misi perusahaan saat menjalani pekerjaannya. "Satu hal lagi yang penting adalah milenial merasa sulit berkomunikasi dengan atasannya yang berasal dari Gen X," ujarnya.

Oleh karenanya, Haryo menekankan untuk membangun komunikasi terbuka dengan semua pihak yang ada dalam suatu perusahaan tersebut. Dengan hal ini, generasi milenial akan merasa betah.

"Ini sebenarnya merupakan modal yang belum banyak diketahui oleh perusahaan bahwa komunikasi bagi milenial itu sbnrnya memegang peranan penting utk membuat milenials itu bertahan di suatu perusahaan," katanya. Tidak hanya itu, generasi milenial juga harus ikut merasakan bahwa mereka berperan penting dalam kesuksesan perusahaan.