Home Teknologi Unsri Kembangkan Inkubasi Risetnya

Unsri Kembangkan Inkubasi Risetnya

400

Palembang, Gatra.com – Universitas Sriwijaya (Unsri) makin mengembangkan inkubasi pada hasil risetnya. Hal ini bertujuan mengembangkan hilirisasi riset yang selama ini telah dihasilkan.

Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), Asril Fitri Syamas mengatakan inkubasi merupakan suatu proses pembinaan, pendampingan dan pengembangan yang diberikan oleh pihak universitas kepada peserta inkubasi. Pendampingan diberikan agar usaha yang baru digagas dapat berhasil dan berkembang. Beberapa perlakukan diperlukan dalam memulai inkubasi pada hasil riset yang dihasilkan oleh pihak universitas, “Karena itu, memang diperlukan ruang usaha selama masa inkubasi. Lembaga pendampingan UKM berbasis teknologi dengan fasilitas fisik harus menyediakan pelayanan terpadu,” ungkapnya di Palembang belum lama ini.

Untuk sebuah hasil penelitian universitas, Asril menambahkan memang diperlukan perhitungan matang terutama soal pembiayaan, pemasaran dan keberlangsungan usaha. Banyak usaha-usaha baru (start up) yang harusnya aman pada awal tahun pertama dan kemudian akan lebih stabil pada waktu pertumbuhan selanjutnya, “Inkubasi ini berusaha menciptakan dan mengembangkan usaha baru yang bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Untuk universitas, proses inkubasi dilakukan dengan menempatkan ruang khusus dan tim khusus. Dikatakan Asril, mengikubasi ini sama halnya dengan mengembangkan wirausaha yakni mengelola usaha dan resiko sehingga dibutuhkan mereka yang fokus mengembangkan hasil riset yang selama ini, “Misalnya beberapa waktu yang lalu, penemuan dari Unsri mengenai penggunaan LPG yang lebih hemat, ternyata terbentur teknologi keamanan. Memang demikian, karena setiap usaha yang baru harus memenuhi kriteria agar bisa menembus pasar,“ pungkasnya.

Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan LPPM Unsri, Budi Santoso mengatakan inkubator ini berbasis teknologi yang diperoleh dari riset penelitian dari dosen-dosen yang siap dipasarkan atau diinkubator. Pembinaan melibatkan enteprenuer hingga yang dibina hingga ke pemasaran akhir. “Inkubator berkaitan dengan hilirisasi riset. Riset teknologi, telah banyak yang dihasilkan sampai kepada jurnal. Hilirisasi ini, berfungsi agar teknologi itu bisa dijual di pasar. Produk yang dihasilkan melalui proses inkubator,” ungkapnya.

Kegiatan inkubasi ini, juga akan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kata Budi, sebenarnya Unsri sudah memiiki aktivitas inkubasi sejak 2009, dan saat ini akan lebih dioptimalkan terutama bagi penemuan dan hasil temuan dari para dosen di Unsri yang aplikatif, “Kita berharap inkubator ini memiliki sumbangan untuk masyarakat. Karena itu diperlukan keahlian bagi penggagas inkubasi misalnya bagaimana pembuatan proposal hingga strategi menumbuhkan para wiraswasta,” ujarnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS