Home Kesehatan Libur Lebaran, Wisatawan Dilarang Mandi di Pantai Selatan

Libur Lebaran, Wisatawan Dilarang Mandi di Pantai Selatan

Kebumen, Gatra.com – Wilayah Kabupaten Kebumen memiliki bentang garis pantai yang cukup panjang. Beberapa di antaranya menjadi destinasi wisata yang menarik dan  diminati wisatawan. Itu termasuk saat libur Lebaran seperti saat ini.

Tiap tahun, ribuan wisatawan mengunjungi wisata pantai untuk menikmati keindahan alam Kebumen. Tetapi, di balik keindahannya, pantai wisata Kebumen menyembunyikan marabahaya.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Kompol Suparno, mengatakan adanya  wisatawan di Kebumen dilaporkan tergulung ombak saat mandi di pantai. Beberapa beruntung selamat, namun kebanyakan meninggal dunia akibat keganasan ombak selatan. “Pada saat itulah, masyarakat harus tertib terhadap peraturan agar selamat saat berlibur,” kata Suparno, Selasa (4/6).

Sebab itu, Polres Kebumen melarang wisatawan mandi di pantai. Terlebih, kini perairan selatan Jawa dan Samudera Hindia tengah memasuki musim angin timur sehingga ombaknya tinggi dan berbahaya.

Suparno menerangkan, melalui polsek yang memiliki garis pantai, Polres Kebumen memasang spanduk larangan mandi di pantai. Kepolisian bersama dengan dinas perhubungan dan komunitas lain, salah satunya RAPI, berpatroli di pantai sekaligus mengecek pemasangan spanduk di objek wisata Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren.

"Kami tegaskan, warga tidak ada yang mandi di pantai dengan alasan keamanan," kata Suparno.

Ia berharap  spanduk yang dipasang di lokasi wisata pantai  dipatuhi  para wisatawan. "Kita akan terus gencarkan patroli ke pantai. Jika ada yang mandi di laut, kita imbau untuk menyudahi. Semoga masyarakat cukup dewasa untuk mematuhi imbauan yang kami pasang," ujarnya.

Sementara, Prakirawan BMKG Pos Pengamatan Cilacap, Deas Rivai, mengatakan bahwa saat ini perairan selatan Jawa Tengah bergelombang tinggi. Itu terjadi menyeluruh, dari Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Yogyakarta.

Ketinggian gelombang  2,5-4 meter. Dia mengimbau  nelayan agar tidak melaut. Sebab, gelombang setinggi ini sangat berbahaya, baik untuk perahu kecil maupun besar.

890