Home Olahraga Bergegas Temui Pelatihnya, Zohri Sampai Lupa Pakai Alas Kaki

Bergegas Temui Pelatihnya, Zohri Sampai Lupa Pakai Alas Kaki

Mataram, Gatra.com  - Meski menyandang pelari tercepat Asia, Lalu Mohammad Zohri, pelari kelahiran Lombok Utara, NTB ini tidak lantas menjadi jumawa, apalagi berlaku aneh. Terbukti ketika ingin ketemu Komang Budigama, salah seorang pelatihnya di Lombok, Zohri sampai lupa mengenakan sandal.

“Saya salut sama kesederhaaan Zohri walaupun dia juara dunia lari tercepat, namun ia tetap biasa-biasa saja. Bahkan karena kepingin ketemu sama pelatih awalnya yang membesarkan dia di PPLP Mataram, ia hanya mengenakan celana pendek tanpa alas kaki, dibonceng menggunakan sepeda motor oleh temannya,” kata Kadis Pemuda dan Olahraga NTB Hj Husnanidiaty Nurdin kepada Gatra.com di Mataram, Kamis (13/6).

Husnanidiaty mengungkapkan bahwa lokasi dari tempat tinggalnya di Lombok Utara ke Mataram jaraknya sekitar 45 kilometer. 

“Sampai di PPLP Mataram, saya heran melihat penampilan Zohri yang lucu dan masih polos itu berpakaian sederhana, apalagi tanpa sandal, walaupun saya sesalkan juga tak pakai sandal. Baru sampai di Mataram kita belikan sandal,” kata Husnanidiaty berkelakar.

Menurut mantan Kepala Balai Penyuluh Pertanian NTB ini, selain kepulangan Zohri ke Lombok untuk menemui pelatih sekaligus guru yang mengantarkannya menjadi juara dunia, juga karena Zohri ternyata memiliki rasa empati yang cukup tinggi terhadap keluarga dan teman dekatnya yang tertimpa bencana gempa 5 Agustus 2018 lalu.

“Zohri mengaku sebelum ke Mataram menemui pelatihnya, ia akan membantu tetangganya membangun rumah hunian sementara,” kata Husnanidiaty.

Bagi Bunda Eny panggilan akrabnya, kepulangan Zohri ke kampung halamannya meski singkat diharapkan bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pemuda di NTB maupun para yuniornya di PPLP NTB untuk bisa terus berlatih. 

Eny mengingatkan meski Zohri sibuk dengan persiapan mengikuti berbagai kejuaraan internasional mendatang, namun hendaknya tidak mengabaikan pendidikan.

“Jadi pendidikan tetap yang utama, jangan sampai diabaikan. Buktinya kami selaku pembina pelajar di PPLP ini mempasilitasi Zohri agar bisa kuliah. Alhamdulillah bisa diterima di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP Mataram. Kita antarkan ke sana karena dia bercita-cita jadi guru olahraga,” kata Eny.

246

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR