Home Teknologi Demi Konsumen, YLKI Minta Teknologi AFR Tetap di Evaluasi

Demi Konsumen, YLKI Minta Teknologi AFR Tetap di Evaluasi

Jakarta, Gatra.com - Automatic Face Recognition (AFR) sudah diterapkan di bandara, kantor imigrasi hingga kepolisian Indonesia. Meski teknologi cerdas ini bertujuan menghindari aksi kejahatan dan terorisme, tetapi wajib menjaga kerahasiaan data pribadi setiap orang. 

Demikian pernyataan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi dalam acara halalbihalal sekaligus HUT YLKI ke-46 di Hotel Lumere, Jakarta, Selasa (18/6). 

"Bila memang kebijakan AFR ini diterapkan untuk alasan kejahatan atau terorisme, akan lebih mudah dipahami. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut tidak diperkenankan melanggar hak privasi konsumen atau warga, khususnya data pribadi." 

Tulus mendorong ada evaluasi atas penerapan kebijakan AFR. Tujuannya untuk melihat efektivitas dari kebijakan sehingga tidak ada penyalahgunaan data pribadi.

"Harus ada evaluasi dari penerapan kebijakan AFR tersebut untuk melihat efektivitas penggunaannya dalam mengurangi kejahatan ataupun terorisme. Sehingga nantinya semuanya jelas dan tidak ada penyalahgunaan data," tuturnya.

Tulus mengatakan wajah juga merupakan data pribadi setiap konsumen. Oleh karenanya harus ada kejelasan mengenai jaminan perlindungan data konsumen dalam penerapan kebijakan AFR.

"Wajah juga adalah data pribadi konsumen sehingga jangan sampai nanti gambaran muka kita muncul di berbagai media sosial tanpa tujuan yang jelas. Harus ada jaminan yang diberikan kepada konsumen sehingga data mengenai wajah kita nantinya tidak disalahgunakan," katanya. 

294