Home Ekonomi Kemarau, Hasil Pertanian Tembakau Merosot

Kemarau, Hasil Pertanian Tembakau Merosot

Sumedang, Gatra.com - Musim kemarau menyebabkan produktivitas pertanian temabakau menurun. Sebab, petani mengaku kesulitan mendapat air.

"Hasil panen bulan Mei kemarin tidak ada yang bagus, karena enggak ada hujan," kata Suhendar (55), petani tembakau asal Garut, saat ditemui di Pasar Tembakau, Sumedang, Rabu (19/6).

Biasanya, lahan pertanian Suhendar menghasilkan 600 ton tembakau kering saat panen. Sementara, hasil panen sekarang hanya setengahnya. "Ya 300 ton juga enggak tahu, bisa jadi kurang," imbuhnya.

Bukan hanya soal kuantitas, tetapi kualitas hasil panen juga tidak maksimal. Akibatnya, Suhendar tidak bisa mendapatkan tembakau dengan kualitas istimewa. Dari 5 kuintal, petani bisa mendapatkan sekitar 1,5 kuintal tembakau dengan kualitas istimewa.

"Untuk mendapatkan tembakau dengan kualitas istimewa, biasanya pohon sudah mendapat perlakuan istimewa sejak masa tanam," tambahnya.

Perawatan khusus itu, kata Suhendar, dilakukan untuk mendapatkan daun dan rasa dengan kualitas yang baik. Harga jual tembakau istimewa juga lebih tinggi ketimbang tembakau kualitas 1 dan 2.

Untuk 1 kilogram tembakau istimewa dihargai Rp75 ribu per kilogram, tembakau kualitas 1 dihargai Rp60 ribu per kilogram.

Namun, dengan kondisi cuaca saat ini hasil tembakau yang dihasilkan hanya kualitas 1 dan 2. Ia berharap mendapatkan hasil yang memuaskan saat masa panen bulan depan.

"Kami masih menunggu panen bulan depan, semoga hujan turun dan masih bisa mendapatkan tembakau kualitas istimewa," pungkasnya.

 


Reporter: Mega Dwi Anggraeni

756