Home Teknologi Manusia Purba Bumiayu Setua Homo erectus Afrika

Manusia Purba Bumiayu Setua Homo erectus Afrika

Yogyakarta, Gatra.com - Fosil manusia purba Homo erectus ditemukan di Kali Bodas, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Maret 2019. Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta memperkirakan umur manusia purba itu 1,8 juta tahun atau lebih tua dibanding manusia purba dari Sangiran.
 
Arkeolog Balar Yogyakarta Harry Widianto meneliti Homo erectus Kali Bodas tersebut. Herry mengatakan, fosil Kali Bodas itu berupa tiga bonggol tulang paha (caput femoralis), pecahan rahang dengan akar gigi, dan pecahan tulang paha bagian tengah. 
 
Fosil ditemukan di Kali Bodas, sekitar 3 kilometer dari Kota Bumiayu. "Berdasarkan penanggalan identifikasi lokasi, perkiraan usianya 1,8 juta tahun," kata Harry saat dihubungi Gatra.com, Selasa (9/7).  Fosil itu ditemukan oleh Karsono, pelestari fosil setempat yang dibimbing oleh pemilik Museum Bumiayu-Tonjong, Rafly Rizal. 
 
"Bonggol itu kemudian dibawa ke Sangiran, lalu diberikan ke saya. Saya kaget, ini bonggol manusia. Saya lakukan pengukuran, diskusi, dan bandingkan dia ke Homo erectus," kata mantan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran ini. 
 
 
Harry menjelaskan, dalam proses identifikasi, bonggol itu dikelompokkan tersendiri. Tulang paha itu ternyata menjauhi kemiripan tulang manusia modern. "Hasilnya, dia manusia Homo erectus yang ditemukan di lapisan (tanah) tua," katanya. 
 
Harry kemudian membentuk tim yang terdiri atas beberapa peneliti Balar Yogyakarta. Tim melakukan penelitian ke lokasi penemuan bonggol manusia itu pada 17 Juni sampai 4 Juli. 
 
"Misi utama tim ini meletakkan temuan manusia Homo erectus itu dalam konteks lapisan tanah. Selain tim dari Balar, juga ada pemandu dari warga setempat," katanya. 
 
Dari penelitian ini, fosil Kali Bodas berasal dari endapan paling bawah formasi Kaliglagah. "Usia fosil minimal 1,8 juta tahun. Kami masih punya tugas mengonfirmasi penanggalan absolut dengan uji sampel ke Prancis dan Cina. Tapi saya yakin hasil absolut tidak akan jauh bergeser dari 1,8 juta tahun," ujarnya. 
 
 
Harry pun takjub penemuan manusia purba Kali Bodas ini. Sebab, fosil manusia tertua yang ditemukan di Sangiran berusia 1,5 juta tahun. "Ini mengagetkan. Ternyata di Bumiayu ada manusia purba 1,8 juta tahun, sedangkan di Sangiran 1,5 juta tahun. Jadi fosil di Bumiayu ini lebih tua 300 ribu tahun," ungkapnya. 
 
Menurutnya, temuan ini mematahkan teori 'out of Africa' yang menyebutkan bahwa Homo erectus datang dari Afrika. Fosil Homo erectus tertua yang ditemukan sebelumnya berusia 1,8 juta tahun, hampir sama dengan fosil temuan terbaru di Bumiayu ini. 
 
Temuan ini juga menguatkan teori multiregional. Teori ini menyatakan bahwa daerah-daerah tertentu mampu memunculkan Homo erectus dan mereka sanggup melakukan evolusi sendiri. 
 
Harry menjelaskan, teori multiregional ini didukung bukti bahwa Homo erectus berusia 1,8 juta tahun bukan hanya ditemukan di Afrika, tapi juga di lokasi lain. Antara lain di Georgia (Amerika Serikat), daerah di Cina, hingga di Kali Bodas, Bumiayu, Brebes ini. "Tahun depan akan kami lakukan penelitian lagi di Bumiayu," pungkasnya.
2501