Home Internasional Kelompok Rompi Kuning Picu Kericuhan di Parade Bastille Day

Kelompok Rompi Kuning Picu Kericuhan di Parade Bastille Day

Paris, Gatra.com - Parade militer tahunan Prancis, Bastille Day diwarnai aksi unjuk rasa di sekitar wilayah Champs-Elysées. Polisi setempat terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi ini.

Dilansir dari BBC, sebelumnya, massa aksi yang menamai kelompok mereka rompi kuning mencemooh Presiden Emmanuel Macron saat ia turun ke jalan. Aksi ini disinyalir dimulai dari seruan rompi kuning untuk menjadikan acara tahunan ini sebagai momen untuk melakukan aksi unjuk rasa pada Presiden Macron.

Para pengunjuk rasa rompi kuning ini memasang pagar besi penghalang untuk membuat barikade dan membakar sampah di tengah Champs-Elysées. Hal ini membuat kaget para wisatawan dan penonton lainnya.

Pasalnya, acara ini dihadiri oleh beberapa pemimpin asing dan orang penting lainnya seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel. Bahkan, pesawat-pesawat Jerman, Spanyol, dan Inggris mengambil bagian dalam atraksi penerbangan di acara ini.

Lebih dari 4.000 personil angkatan bersenjata berbaris di sepanjang jalan untuk melakukan pengamanan. Bahkan, polisi anti huru hara yang dikerahkan secara massal telah siap menghadapi aksi ini dan segera menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Meskipun demikian, permasalahan aksi unjuk rasa rompi kuning ini tidak segera usai begitu saja.

Polisi setempat mengatakan bahwa mereka telah menahan lebih dari 150 orang, termasuk dua pemimpin rompi kuning yang dituduh sebagai dalang aksi unjuk rasa ini. Gangguan serupa juga terjadi beberapa bulan lalu oleh kelompok rompi kuning ini.

Sebelumnya, Presiden Macron mengumumkan pada Sabtu (13/7) bahwa Prancis akan membentuk komando pertahanan ruang angkasa baru pada September mendatang, mengikuti langkah serupa oleh AS, Cina dan Rusia. Menurutnya, keputusan itu akan membantu melindungi satelit negaranya secara aktif dan lebih baik.

402