Home Ekonomi Cabai Merah Masih Jadi Penyumbang Inflasi di Sumbar

Cabai Merah Masih Jadi Penyumbang Inflasi di Sumbar

Padang, Gatra.com - Sipedas, cabai merah masih ikut andil sebagai penyumbang tertinggi dalam inflasi di Sumatera Barat, baik di Kota Padang, maupun Kota Bukittinggi pada Juli 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat Sukardi mengatakan, di Kota Padang cabai merah mengalami kenaikan sebesar 20,71% dan 23,60% di Kota Bukittinggi.

"Cabai merah sudah memberi andil inflasi di kota Padang sebesar 0,68% dan 0,58% di Bukittingi. Setelah cabai merah, menyusul sate yang juga mengalami kenaikan sebesar 13,33% pada Juli 2019," ujar Sukardi di Padang, Kamis (1/8).

Baca juga: Jaga Inflasi, Perry Sarankan Konsumsi Cabai Kering

Selain itu, pemicu inflasi dengan angka 0,89% di Kota Padang juga dipengaruhi oleh seragam Sekolah Menengah Pertama (SMP), emas perhiasan, dan jengkol. Sedangkan angka inflasi di Kota Bukittinggi yang berada di angka 0,46% turut dipengaruhi oleh emas perhiasan, tarif pulsa ponsel, dan cabai rawit.

"Secara umum, bahan makanan masih menjadi penyumbang besar dalam inflasi di Sumatera Barat, yakni ikut andil sebesar 0,73% di Kota Padang, dan 0,42% di Kota Bukittinggi," sambungnya.

Angkutan udara yang beberapa bulan terakhir juga pemicu inflasi di Kota Padang, pada Juli 2019 justru mengalami deflasi sebesar 4,89%. Sedangkan bawang merah alami deflasi sebesar 1,50%dan 7,97% di Bukittinggi.

Cabai merah masih menjadi penyumbang inflasi di Sumbar. (GATRA/Nella Marni/re1)

"Selain tiket pesawat dan bawang merah, bahan pokok makanan lainnya yang mengendalikan inflasi diantaranya kentang, beras, tomat sayur, gula pasir, ikan asin, daging ayam ras, dan angkutan antar kota," ungkapnya. Baca juga: Begini Langkah Pemerintah Pusat dan Daerah Guna Jaga Inflasi

BPS Sumbar mencatat Kota Padang sepanjang Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,89% dan Bukittinggi sebesar 0,46%Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masih menjadi penyumbang inflasi di Kota Bengkuang itu.

"Angka inflasi di Kota Padang dan Bukittinggi pada Juli 2019 masih tinggi dibandingkan nasional yang berada pada angka 0,31%," sebut Sukardi.

Kota padang menempati urutan ke-5 dan Bukittinggi pada posisi ke-11 dari 21 kota yang mengalami inflasi pada Juli 2019. Sementara secara nasional, Kota Padang menempati urutan ketujuh dan Bukittinggi diurutan ke-20 dari 55 kota yang mengalami inflasi di Indonesia. Baca juga: Inflasi Terjaga dan Naiknya Daya Beli Turunkan Kemiskinan

605