Home Gaya Hidup Sampah Pendaki Gunung Slamet Mencapai 12 Truk

Sampah Pendaki Gunung Slamet Mencapai 12 Truk

Purbalingga, Gatra.com - Pengelola Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah melakukan pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Slamet. Hasilnya, para pendaki meninggalkan kurang lebih 72 meter kubik sampah selama tiga bulan.

Junior Manager Bisnis Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito mengatakan, volume sampah yang ditinggalkan pendaki tersebut terhitung sejak libur Lebaran hingga 22 Juli 2019 saat penutupan jalur pendakian. Proses pembersihan sampah masih akan dilanjutkan Sabtu (3/8).

"Yang diangkut sampai 12 truk. Esok kita lanjutkan lagi menurunkan sampah anorganik yang masih tersisa di sepanjang jalur pendakian," ujarnya, Kamis (1/8).

Pekan depan, kata dia, KPH Perhutani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Waluyo Desa Kutabawa, Tim SAR dan pedagang kembali mengecek untuk mendokumentasikan hasil kerja bakti tersebut. Laporan pengecekan ini yang akan menentukan jalur Bambangan akan segera dibuka atau ditunda.

Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan penataan kawasan serta pemulihan ekosistem. Termasuk pembersihan sampah, pemasangan rambu pendakian dan antisipasi kebakaran hingga saat ini.

"Rabu (31/7) kemarin, pengelola pos pendakian Gunung Slamet sudah kami kumpulkan, termasuk pedagang dan tim SAR. Ini masih masa transisi dari Pemkab Purbalingga ke Perhutani dan LMDH Argo Waluyo. Sejauh ini kami masih fokus untuk pembersihan sampah," jelasnya,

Sugito mengatakan, selain melakukan pembersihan, pihaknya juga tengah menyiapkan perlengkapan pendakian dan peralatan Tim SAR. Tujuannya agar saat jalur tersebut dibuka, pengelola sudah dapat melayani wisatawan dengan baik.

Administratur Perum Perhutani KPH Banyumas Timur, Didiet Widhy Hidayat mengatakan, penutupan jalur pendakian ini dilakukan sejak 22 Juli lalu. Selain untuk pembersihan sampah, penataan ini juga dalam rangka mempersiapkan transisi pengelolaan dari Pemkab Purbalingga.

"Pada masa transisi ini, kami membutuhkan penataan dan pembersihan jalur sampai penambahan rambu pendakian. Jadi untuk sementara waktu, jalur Bambangan tertutup untuk aktivitas pendakian," kata Didiet.

859