Home Milenial Asosiasi Dosen Nilai Pendatangan Rektor Asing Bukan Solusi

Asosiasi Dosen Nilai Pendatangan Rektor Asing Bukan Solusi

Jakarta, Gatra.com - Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) menilai wacana pendatangan rektor asing bukanlah solusi bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Ketua Bidang Advokasi ADI, Prof Faisal Santiago mengatakan pendatangan rektor asing tidak sesuai dengan semangat kemandirian dan cenderung mengejar cara-cara yang instan dalam peningkatan peringkat universitas dalam negeri di rangking dunia.

"Mendatangkan rektor asing bukan menjadi solusi untuk menjadi World Class University. Tapi harusnya Kementerian lebih melihat bagaimana meningkatkan proses belajar mengajar, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi supaya berdayaguna, berdaya saing dalam menciptakan enterpreneur muda. Sehingga lebih dioptimalkan saja dosen dan rektor dari dalam negeri," ujar Faisal.
 
Ia juga mempertanyakan wacana yang digulirkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terhadap jaminan peningkatan kualitas nanti bila rektor asing benar-benar didatangkan ke Indonesia. Dirinya khawatir gagasan tersebut gagal karena tidak siapnya ekosistem di pendidikan tinggi saat ini.
 
"Pertanyaannya, adakah jaminan jika rektor asing itu masuk maka peringkat kita di World Class University akan naik? Kan belum tentu. Dalam pendidikan itu tidak ada yang instan, Makanya kami pertanyakan kajiannya dari mana?. Mengelola pendidikan itu harus tulus dan tidak bisa instan," katanya.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan jika rektor asing masuk nantinya, maka akan menelan dana dan anggaran yang tidak sedikit. Hal itu dilihat karena sang rektor juga akan membawa tim dan pendamping untuk melakukan aktivitas bersama. Ia memprediksi setidaknya rektor asing akan membawa sekurangnya 10 hingga 20 orang tenaga pendukung.
 
"Sangat tegas kami mengatakan bahwa mendatangkan rektor asing bukan jalan untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Mencari rektor yang berkapasitas memang tidak mudah, tapi mengimpor rektor asing bukan jalan keluar," ujarnya.
181