Home Ekonomi Wajah Gurem Peternakan Rakyat, Jauh Dari Skala Ekonomi

Wajah Gurem Peternakan Rakyat, Jauh Dari Skala Ekonomi

Jakarta, Gatra.com - Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) menilai peternakan rakyat di Indonesia masih jauh dari skala ekonomis. Hal ini menjadi potret wajah gurem peternakan rakyat Indonesia.

Peneliti IDEAS, Fajry Azhari memaparkan skala usaha peternakan rakyat sangat rendah.  Sapi potong rata-rata hanya 3,2 ekor per Rumah Tangga Usaha Peternakan (RTUP), sapi perah 3,7 ekor per RTUP, kerbau 3,6 ekor per RTUP, kambing 6,6 ekor per RTUP, dan domba 25,8 ekor per RTUP.

“Tidak tercapainya skala ekonomi, biaya produksi cenderung tinggi, pasokan ke pasar tidak bisa dilakukan regular, dan sering tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang besar,” jelas Fajry di Jakarta, Jumat (9/8). 

IDEAS mendefinisikan peternak gurem sebagai peternak yang memiliki jumlah sapi/kerbau 1-2 ekor atau domba/kambing 1-4 ekor. Mengutip hasil sensus Pertanian 2013, peternak gurem pada peternak sapi/kerbau sebesar 56% dan domba/kambing 54%.

“Dalam lima tahun terakhir, kesejahteraan petani yang diukur dengan nilai tukar peternak (NTP) mengalami stagnasi,” tuturnya.

Kenaikan NTP lebih sering terjadi menjelang perayaan Idul Adha, namun penjualan hasil ternak kurban sebagian besar dinikmati oleh perantara.

Direktur IDEAS, Yusuf Wibisono mengaku belum riset mendalam terkait skala ekonomi yang cukup ideal. Namun, Ia memprediksi skala ekonomi yang ideal mendekati 100 ekor ternak yang sulit untuk dicapai kebanyakan peternak di mana semakin besar akan menghasilkan efisiensi produksinya yang semakin tinggi.

“Menurut kami [masalah peternak] lebih ke skala usahanya. Karena meskipun misalnya biaya produksi tinggi, pakan tinggi, tapi kalau dia bener-bener bisa besar dan efisiensi yang bagus itu mungkin masih bisa berjalan cukup baik,” terangnya.

 

 

335