Home Gaya Hidup Ribuan Umat Islam Semarang Ikuti Salat Iduladha di MAJT

Ribuan Umat Islam Semarang Ikuti Salat Iduladha di MAJT

Semarang, Gatra.com-Ribuan umat Islam mengikuti salat Iduladha di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Gajah Raya, Semarang, Minggu (11/8).

Kaum muslim yang datang dari berbagai wilayah di Kota Semarang dan sekitarnya memadati serambi utama dan plaza MAJT yang dinaungi payung elektronik.

Tampak hadir mengikuti salat Iduladha, Ketua DPP MAJT yang juga anggota DPR RI, Noor Ahmad, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sri Puryono, dan Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabud.

Bertindak sebagai imam salat Iduladha adalah K.H. Zaenuri Ahmad al-hafidz, sedangkan bertindak sebagai khatib Kapolda Jateng Irjen. Pol Rycko Amelza Dahniel.

Dalam kutbahnya dengan tema “Hikmah ibadah Qurban dan Dinamika Sosial dan Bumi Pancasila”, Kapolda antara lain menyatakan peringatan Hari Raya Iduladha tahun ini menjadi sangat berarti di tengah kondisi bangsa Indonesia yang sedang menghadapi berbagai tantangan, seperti bencana dan kerusuhan.

Bencana demi bencana, kerusuhan demi kerusuhan, dan berbagai konflik yang terjadi datang silih berganti menimbul kerugian, kerusakan hingga merenggut jiwa manusia.

Menurut Rycko, ada tiga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusuhan di Tanah Air, yakni sikap arogansi oleh perorangan atau kelompok, adu domba sesama warga bangsa, dan distribusi kekayaan yang tidak merata.

“Ketiga faktot ini bertentangan dengan semangat yang terkandung dalam peringatan Iduladha atau idul qurban ini,” ujarnya.

Untuk memberantas ketiga faktor ini, lanjut Rycko bisa mencontoh karakter Nabi Ibrahim yakni keberanian, kerelaan, keikhlasan, kepatuhan tanpa batas, dan musyawarah.

Melalui semangat Iduladha menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik, bermartabat, dan manusiwai di bawah nilai-nilai Isalam dan Pancasila demi terwujudkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kurban bukan hanya sekadar memotong leher binatang kurban, tapi lebih penting memotong sifat-sifat dan nafsu kebinatangan dalam diri kita,” kata Rycko.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama isrti Siti Atiqoh dan putranya Alam melaksanakan salat Iduladha di lapangan Pancasila Simpanglima Semarang.

Usai salat, Ganjar menyerahkan hewan kurban sapi dengan berat sekitar 1,2 ton kepada panitia Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang.

Ganjar, menyatakan banyak nilai didapat dari peringatan Hari Raya Iduladha, selain nilai ketakwaan yakni solidaritas, persatuan, dan kesatuan bangsa.

“Dengan berkurban, maka tidak hanya sekadar berbagi rezeki kepada sesama, tapi juga membangun Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, dan ada persatuan luar biasa,” ujar dia.

 

468