Home Gaya Hidup Berkurban Kebahagiaan yang Tak Terukur

Berkurban Kebahagiaan yang Tak Terukur

Betun, Gatra.com - Berkurban kepada sesama adalah kebahagiaan yang tak terukur dengan variabel duniawi dan kebahagiaan yang tak terdeskripsikan dengan kata-kata. “Ini adalah hari dan bulan yang mulia bagi kita. Karena itu semua kita yang berkumpul di tempat ini guna melaksanakan shalat Idul Adha ini adalah wujud kita berkurban baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama,” jelas Khotib Utama, Ustad Zainal Muttakin dalam khotbahnya pada salat Idul Adha 1440 H, di Lapangan Umum Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Tuimur (NTT) Ahad, 11/8).

Lebih Lanjut Zainal Muttakim mengatakan untuk yang sudah berkurban, semoga amal ibadahnya dapat diterima oleh yang maha kuasa. Karena dari Aisyah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda, tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah SWT, dari menyembelih hewan kurban.

“Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) kurban itu,” ujar Zainal Muttakin.

Ibadah kurban sebut Zainal Muttakin, hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Karena itu bagi orang yang mampu melakukannya lalu dan ia meninggalkan hal itu, maka hukumnya makruh.

"Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi SAW pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir waktu memotongnya,” ujarnya.

Di akhir kotbahnya Zainal Muttakin yang juga Ketua MUI Kabupaten Malaka itu mengucapkan terima kasih kepada Bupati Malaka dan jajaran pemerintah Kabupaten Malaka yang sudah turut mengambil bagian untuk berkurban di setiap hari raya Idul Adha.

“Atas nama umat muslim di Kabupaten Malaka saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Bupati Malaka dan jajarannya yang begitu peduli terhadap umat muslim di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste ini ,” kata Zainal Muttakin.

Salat Idul Adha 1440 H, umat muslim dengan tema “Mewujudkan Solidaritas Umat Islam melalui Semangat Idul Adha 1440 H” sangat kusuk diikuti umat bukan saja dari Malaka tetapi juga ada yang datang dari Distrik Covalima, Timor Leste.

Salat Idul Adha dipimpin oleh Imam, Ustad Hery Kuswanto dan Ustad Abdul Rauf. Sedangkan khotib yakni Ustad Zainal Muttakin dan Ustad Saleh Attubel serta Bilal, Ustad Ibrahim Kadir.

621