Home Milenial Kemenristekdikti Nilai Diaspora Punya Peran Penting SoalSDM

Kemenristekdikti Nilai Diaspora Punya Peran Penting SoalSDM

Jakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan TInggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan, Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019 yang diinisiasi oleh Kemenristekdikti merupakan kegiatan berkelanjutan bagi diaspora untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Diungkanpkan oleh Ali Ghufron, hal itu juga sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo pada 5 tahun ke depan dengan menghasilkan Sumberdaya Manusia Unggul. Diaspora diharapkan bisa memberikan pemikiran dan lompatan pada pembangunan bangsa.

"Saya harap forum diaspora seperti ini bisa berkontribusi dalam perkembangan dan penguasaan iptek. Karena itu melalui SCKD ini kami ingin membuat suatu rancangan kegiatan diaspora yang lebih berkelanjutan dan terukur," ungkap Ali Ghufron saat ditemui di Jakarta, Senin (19/8).

Selain itu, dirinya juga mengharapkan bahwa Diaspora Indonesia mampu menjadi jembatan kerja sama penelitian antara Indonesia dan peneliti luar negeri. Jadi meskipun diaspora tidak kembali ke Indonesia, kontribusi mereka sebagai penjembatan masih terasa dalam rangka memajukan ilmu pengetahuan bangsa.

"Paradigmanya banyak bahwa jika diaspora ingin berkontribusi harus pulang ke negara asal. Itu sebetulnya sudah berubah, mereka bisa berkontribusi bahkan di negara di mana mereka bereada. Salah satu caranya, dengan menjadi penjembatan kerja sama antara Indonesia dan luar negeri, misal negara di mana ia tinggal, ujarnya.

Dari kegiatan itu sebanyak 57 ilmuan diaspora dari berbagai perguruan tinggi luar negeri hadir dalam program SCKD 2019 yang diselengggarakan mulai 19 Agustus hingga 25 Agustus mendatang. Rencananya hari ini, Kemenristekdikti bersama para diaspora menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Istana Presiden, Jakarta.

205