Home Info Kementrian Dukung Infrastruktur bagi Kawasan Strategis Pariwisata

Dukung Infrastruktur bagi Kawasan Strategis Pariwisata

411

Lombok, Gatra.com - Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan untuk meningkatkan perekonomian nasional. Sektor ini dikenal tahan banting, karena tak pernah terganggu krisis ekonomi. Sektor pariwisata juga sangat efektif menumbuhkan aktivitas ekonomi masyarakat karena tumbuhnya kegiatan-kegiatan usaha di sekitar lokasi wisata.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang terus melanjutkan dukungan pembangunan infrastruktur di 12 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yang diharapkan akan menjadi destinasi-destinasi primadona seperti Bali. Dari 12 KSPN itu, sebagian kini sedang terus dibangun, antara lain: Mandalika, Labuan Bajo, Manado, Danau Toba, dan Borobudur.

Di KSPN Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, misalnya, Kementerian PUPR sedang merencanakan dan sedang membangun beberapa ruas jalan baru. Misalnya, jalan Bandara Internasional Lombok-Mandalika sepanjang 16,9 km dengan biaya sekitar Rp 1,45 triliun.

Selain itu juga melakukan peningkatan kualitas jalan yang sudah ada, dan akan membangun beberapa jalan baru seperti jalan alternatif Koridor Tengah, alternatif Koridor Timur dan Koridor Barat, sekaligus untuk membuka akses ke wilayah-wilayah itu. Jalan-jalan baru itu akan melintasi hutan lindung, dan lahan-lahan penduduk yang akan segera dilakukan pembebasan lahannya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah melakukan penataan kawasan desa, memperbaiki enam ruas jalan lingkungan, membangun pedestrian, saluran drainase, dan Ruang Terbuka Publik (RTP) berupa taman yang dilengkapi sarana bermain anak-anak.

Kementerian PUPR juga membangun hunian layak bagi masyarakat melalui program rumah swadaya di Kabupaten Lombok Tengah, yang kelak bisa dikembangkan sebagai home stay bagi turis yang berkunjung ke KSPN Mandalika.

Di KSPN Manado-Bitung-Likupang, Kementerian PUPR antara lain sedang melakukan peningkatan Jalan Likupang – Wori sejauh 7,7 km dengan biaya Rp 41 Miliar. Selain itu juga melakukan peningkatan kualitas Jalan Girian (Bitung) – Likupang (7,9 km) dengan biaya Rp. 57 Miliar, peningkatan Jalan Akses Pariwisata Likupang (6 km) dengan biaya Rp 48 Miliar, dan lain-lain.

Di samping itu, juga sedang membangun Bendungan Kuwil di Kawangkoan dengan biaya Rp 1,46 triliun untuk pengendalian banjir dan pengelolaan stok air bersih.

Di KSPN Labuan Bajo, Kementerian PUPR melakukan penataan desa-desa. Salah satunya adalah Kampung Ujung yang menjadi tempat penyeberangan ke Pulau Komodo. Di kampung itu telah dibangun pusat wisata kuliner yang dilengkapi dengan jalan lingkungan yang rapi, dan dilengkapi sarana drainase.

Di KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR telah meningkatkan akses jalan dari Bandara Silangit, terutama jalan lingkar luar dan lingkar dalam Danau Toba. Pada ruas jalan yang dilalui para wisatawan itu sedang dibangun Rest Area Terpadu Lumban Pea dan Lumban Julu.

Selain itu juga melakukan pengerukan alur sungai dan akan membangun Jembatan Tano Ponggol. Di KSPN Borobudur, Kementerian PUPR antara lain melakukan penataan di kawasan Candi Mendut, Candi Pawon, dan Puthuk Setumbu. Selain itu juga melakukan peningkatan akses jalan dari bandara baru di Kulonprogo, Yogyakarta.

Pembangunan infrastruktur di setiap KSPN itu direncanakan secara terpadu yang meliputi penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk.

Semuanya dilakukan melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Rencana induk itu disusun untuk pengembangan KSPN selama 10 tahun ke depan, dan didetilkan dalam rencana 5 tahunan. Setiap tahunnya dilakukan evaluasi untuk memantau perkembangan dan kemajuannya.

Pembangunan infrastruktur di kawasan KSPN tidak hanya ditujukan untuk para wisatawan, namun juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan mendukung potensi ekonomi lokal. Kementerian PUPR akan terus mendukung pembangunan infrastrukturnya yang tidak hanya bermanfaat bagi para wisatawan namun juga bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah di sekitarnya, agar mereka mampu meningkatkan taraf hidupnya.

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS