Home Politik Infrastruktur Halte BRT Baru Balaikota, Lebih Luas dan Nyaman

Infrastruktur Halte BRT Baru Balaikota, Lebih Luas dan Nyaman

SemarangGatra.com - Pemerintah Kota Semarang mengebut pembangunan infrastruktur transportasi berupa halte Bus Rapid Transit (BRT) Semarang Hebat dengan desain dan luasan yang baru.

Salah satunya ada di ruas Jalan Pemuda Semarang, halte BRT Balaikota baru akan menggantikan halte lama yang sempit karena kapasitas penumpang BRT yang makin hari makin banyak peminatnya.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan, pembangunan halte BRT Semarang Hebat Shelter Balaikota di Jalan Pemuda sedang tahap pembangunan. Diperkirakan akan memakan waktu 90 hari kerja proyek.

"Halte BRT Semarang Hebat ini yang keempat dibuat. Halte ini akan seperti tiga halte Semarang Hebat sebelumnya yang terletak di Simpang Lima, RS Elizabeth dan Imam Bonjol," katanya, di Semarang, Selasa (20/8).

Ade menuturkan, halte tersebut akan memiliki luasan tiga kali lipat. Memiliki delapan pintu, yaitu satu pintu kedatangan serta pintu keberangkatan untuk delapan koridor. Selain itu, juga disediakan khusus pintu untuk Trans Jateng.

"Halte model lama hanya terdapat dua pintu, yaitu satu pintu kedatangan dan satu pintu keberangkatan yang membuat pengguna BRT harus rela berdesakan untuk naik-turun bus dan transit," katanya.

Menurut Ade, pada jam-jam sibuk, halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang lama dan masih berfungsi di Jalan Pemuda penuh dan sesak. Setiap hari ada 33 ribu penumpang BRT dan hampir sepertiganya adalah penumpang transit yang menggunakan halte untuk pindah koridor.

"Halte baru tak akan lagi desak-desakan, pengguna BRT tidak akan menunggu bus di satu pintu keberangkatan, seperti di halte lama," ucapnya.

Selain itu, di halte baru akan dilengkapi fasilitas alat tiketing dengan sistem cek in penumpang berupa scan barcode, dan bisa pula dimanfaatkan untuk melakukan top up tanpa petugas.

"Halte BRT Pemuda menelan anggaran Rp 2,4 miliar. Lebih luas tapi tidak memakan pedestrian karena masih ada lahan sisa 2,5 meter untuk pejalan kaki," katanya. 

677