Home Ekonomi Ekonomi Nasional Melambat, Deputi Gubernur BI Perkuat UMKM

Ekonomi Nasional Melambat, Deputi Gubernur BI Perkuat UMKM

Sibolga, Gatra.com- Bank Indonesia (BI) akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi. Hal tersebut dilakukan BI di tengah perekonomian global (Dunia) yang mengalami perlambatan (Slowing Down) dan ketidakpastian saat ini. 
 
Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, mengatakan Internationl Monetary Fund (IMF) telah mengoreksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari semula 3,6% menjadi 3,2%. Hal tersebut kata dia, menandakan bahwa investasi, eksport, dan import, mengalami penurunan dan memberikan dampak bagi indonesia. 
 
"Dampak penurunan atau pelemahan ini menyebabkan indeks ekport kita mengalami penurunan atau indeks harga komoditas eksport indonesia mengalami kontraksi yang agak dalam. Sekarang posisinya 3,1% dari yang semulanya 2,8%. Artinya baik dari sisi volume atau harga eksport dan import mengalami penurunan," kata Rosmaya, saat berada di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (31/8), menghadiri acara Pagelaran Karya Kreatif Tenun Tapanuli.
 
Menurut dia, apabila negara sedang dalam kondisi yang tidak pasti ini, maka yang bisa dilakukan adalah memperkuat perekonomian dalam negeri melalui perkuatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dengan mendukung produk-produk dalam negeri agar bernilai tinggi di dunia. Sebagaimana BI, kembali dengan visinya ingin berkontribusi nyata dalam perekonomian dan melihat bahwa potensi ekonomi tersebut ada pada UMKM. 
 
"Dalam hal ini, BI telah memetakan empat kategori UMKM. Pertama, UMKM Startup (UMKM yang baru saja memulai atau merintis usahanya). Kedua, UMKM sukses. Ketiga, UMKM sukses digital (UMKM yang sudah bisa memasarkan lewat digital) dan keempat, UMKM sukses ekspor (UMKM yang sudah bisa eksport)," ujarnya. 
 
Dia pun mengaku bangga atas ajang Pagelaran Karya Kreatif Tenun Tapanuli yang diselenggarakan oleh BI Sibolga. Terutama kebanggannya dia sampaikan terhadap hasil karya desainer ternama Wignyo Rahadi, seorang Jawa, yang gigih memperjuangan produk UMKM ulos Batak. Menurutnya, ulos Batak (Ulos Harungguan, Rajanya Ulos Batak) ternyata sangat indah ditampilkan dalam peragaan busana (fashion show).
 
Disini saya melihat, banyak para influencer, serta pengusaha wanita sukses dari Kota Medan dan Jakarta yang hadir. Tentunya, ini menjadi kesempatan bagus sebagai ajang promosi dan pemasaran produk, pungkasnya.
180