Home Ekonomi Warga Sekitar Belum Kecipratan Rezeki Pabrik Esemka

Warga Sekitar Belum Kecipratan Rezeki Pabrik Esemka

Solo, Gatra.com – Pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi, produsen mobil Esemka, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (6/9) lalu. Hingga beberapa hari setelah peresmian pabrik tersebut, geliat ekonomi dan cipratan rezeki belum dirasakan warga sekitar.

Pabrik di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali ini berlokasi di jalan kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan yakni Sambi dan Ngemplak. Di sekitar pabrik,  belum banyak bangunan. Kanan kiri pabrik masih berupa lahan kosong yang luas.

Gerbang tinggi yang menjadi akses utama area pabrik selalu tertutup rapat. Dari samping terlihat sekitar 50-an sepeda motor terparkir. Petugas juga terlihat berjaga. Petugas tidak berjaga di bagian pintu pagar, namun di bagian agak dalam bangunan.

Pada Selasa (10/9), saat istirahat siang, belasan karyawan pabrik yang mengenakan seragam ala teknisi tampak keluar dari bangunan pabrik. Tepat pukul 12.00 WIB, mereka menuju masjid di area pabrik. Tiga warung makan juga tersedia di area pabrik sehingga para pekerja tak perlu keluar untuk makan siang.

Sebuah warung bakso, yang berjarak tak sampai 500 meter dari pabrik, pun tak kedatangan pembeli dari pabrik siang itu. ”Sepi. Tidak ada karyawan pabrik yang makan di sini. Sudah ada tiga warung yang menyediakan makan untuk karyawan. Jadi mereka tidak keluar,” ucap Nawolo, 61 tahun, warga setempat pemilik warung bakso itu.

Selain warung makan, warga sebenarnya juga melirik potensi usaha lain yakni kos-kosan. Namun sayangnya tak ada karyawan pabrik Esemka yang membutuhkan tempat kos. Banyak buruh yang berkendara dari rumahnya. ”Sepertinya rumahnya banyak yang dekat. Belakang sini sebenarnya ada yang buka penginapan, tapi tidak ada yang dari pabrik (Esemka) yang tinggal di situ,” ucapnya.

Nawolo bilang membuka warung bakso sebelum pabrik Esemka berdiri pada awal 2016 dengan harapan dagangannya makin laris. Namun hal itu tak terwujud karena sejak pembangunan hingga beroperasi, pekerja makan di warung di area pabrik.

Dua kios di sebelah warung Nawolo pun kosong dan tak dimanfaatkan. Selebihnya, kawasan sekitar pabrik berupa hutan dan lahan kosong. Aktivitas ekonomi terdekat, yakni bengkel, berjarak 1 kilometer dari pabrik. 

Saat dikonfirmasi Gatra.com, Camat Sambi, Radityo Sumarno, membenarkan bahwa pabrik Esemka belum memberi banyak dampak ekonomi pada warga. Pihak kecamatan mendapat laporan dari Esemka bahwa ada 30 orang karyawan dari warga sekitar. ”Tapi saya tidak tahu kalau 30 orang ini dari Sambi atau seluruh Boyolali, tapi yang pasti mereka lulusan SMK,” ucapnya.

Radit menjelaskan sejumlah kos-kosan dan warung makan memang dibuka di Sambi. Namun, menurut dia, dampak ekonomi itu bukan karena Esemka. ”Di Sambi ini kan sebenarnya ada dua pabrik, sebelum Esemka sudah ada pabrik lain. Tapi kalau pabrik yang di Demangan (Esemka) memang belum terasa manfaatnya,” ucap Radit.

Gatra.com telah menghubungi Pejabat Humas PT Solo Manufaktur Kreasi, Sabar Budi, untuk mengonfirmasi hal itu. Namun Sabar menyatakan sedang berada di rumah sakit dan belum bisa diwawancara. "Saya sedang enggak bisa bicara mengenai itu," ujar dia saat ditelepon, Selasa (10/9). 

Sebelumnya, Bupati Boyolali Seno Samodra mengatakan Esemka telah menyerap tenaga kerja lokal. Ada sekitar 300 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang bekerja di pabrik Esemka. ”Ke depannya kalau pabrik lebih besar, penyerapan tenaga kerja akan lebih banyak,” kata Seno.

 

1070