Home Milenial Indonesia Energy Transition Dialogue 2019 Digelar November

Indonesia Energy Transition Dialogue 2019 Digelar November

Jakarta, Gatra.com - Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2019 akan digelar untuk kedua kalinya pada 13-14 November mendatang. Acara tersebut merupakan inisiasi dari Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) dan Institute for Essential Services Reform (IESR), yang akan berfokus pada penguatan konsep dan memfasilitasi diskursus transisi menuju energy bersih di tanah air untuk memastikan transisi energi yang lancar.

“Yang membedakan IETD tahun ini dengan tahun lalu adalah lebih mendalam diskusinya. Tahun lalu itu hanya berlangsung satu hari, November nanti akan berlangsung selama dua hari. Di hari kedua akan ada workshop secara parallel untuk pendalaman,” papar Ketua Dewan Penasehat ICEF, Prof. Dr. Kuntoro Mangkusubroto di Pullman Hotel, Jakarta, Rabu (18/9).

IETD tahun lalu diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Selain itu juga dihadiri oleh lebih dari 10 orang pembicara prominen dari internasional dan nasional. Untuk IETD di bulan November mendatang, belum bisa dipastikan apakah akan diresmikan kembali oleh Menteri ESDM atau tidak karena menunggu pelantikan susunan kabinet yang baru.

“Kita tunggu dulu kepastiannya, kan kita belum tahu apakah Pak Jonan nanti akan lanjut lagi atau tidak untuk bisa membuka IETD nanti,” ujar Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa sambil berkelakar.

ICEF juga melaksanakan pertemuan media briefing serta diskusi rutin kuartal ketiga tahun 2019 pada Rabu (18/9) sore. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi peluncuran IETD 2019 yang akan berlangsung pada 13-14 November mendatang.

Pada agenda diskusi rutin tersebut, ICEF membahas perihal topik peran kendaraan listrik dalam transisi energi di Indonesia. Diskusi tersebut juga diisi oleh ekonom energy dari Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Dr. Alloysius Joko Purwanto. Joko memaparkan elektrifikasi sektor transportasi menjadi salah satu kunci transisi energi di sektor transportasi.

“Dengan adanya efek penetrasi kendaraan listrik, kita berharap hal itu dapat menurunkan emisi gas rumah kaya di sektor transportasi. Tapi hal tersebut masih terbatas jika sumber listriknya masih dari pembangkit berbasis fosil,” papar Joko.

Di akhir sesi diskusi, ICEF berharap penyelenggaran IETD nanti dapat memberikan dampak yang lebih maksimal. Terlebih dengan adanya sesi workshop untuk pendalaman, hasil-hasil diskusi yang dibahas nantinya akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan di Indonesia.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS